RENCANA MATERI KEGIATAN PESTA SIAGA
KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH WILAYAH SURAKARTA TAHUN 2012
KWARCAB WONOGIRI
A.KD. KEMAMPUAN MEMILIKI IMAN DAN TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA
1.Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
(Warung Agama) Hafal bacaan pokok dalam ibadah :
•Barung masuk warung kegiatan.
•Di warung telah disediakan kartu undian yang harus dilafalkan peserta sesuai agama yang dianut.
•Peserta perorangan maju satu persatu, membuka kartu langsung melafalkannya. Kartu undian judul Bacaan dalam ibadah yang sesuai.
ISLAM :
1.Surat Al-Fatihah
2.Surat Al-Ikhlas
3.Surat Al-Ashr
4.Surat Al-Falaq
5.Surat An-Nas
KATHOLIK :
1.Doa Salam Maria
2.Doa Bapa Kami
3.Doa Taubat
KRISTEN :
1.Bacaan doa Bapa Kami
2.Pengakuan Iman Rasuli
•Hafal dan fasih : 10
•Hafal, tidak fasih : 5-9
•Tidak hafal : 0
BUDHA :
1.Cara kebaktian Budha
2.Bacaan Doa Wajib
HINDU :
1.Doa Tri Sandya
2.Doa matram Gayatri
B.KD KEMAMPUAN MENUNJUKKAN SIKAP KUAT MENTAL, TINGGI MORAL DAN BERKEPRIBADIAN
2.Bersaudara dan Setia Kawan dalam permainan besar Siaga
(Warung Permainan Besar)
•Peserta perorangan mencari 10 (sepuluh) teman lain barung dan lain Kwarcab yang berhuruf sama waktu 1 menit (sesudah upacara pembukaan) Kertas karton 7 x 10 cm berlabel : A, B, C, D, E, F, G, H, I, J
•3 barung putra dan 3 barung putri yang terbentuk paling cepat akan menerima Pin Keberhasilan dari Pembina Upacara.
•Warung kegiatan ini tidak dilombakan.
•Nilai 100
3.Semangat barung/ Yel barung
(Warung Yel Barung)
•Peserta barung (10 anak)
•Waktu : maks. 30 detik
•Min. 3 kreatifitas gerakan
1.Variasi gerakan
2.Kekompakan
3.Semangat
4.Menarik dan menyenangkan
•Dilaksanakan 10 anak : 10
•Waktu 30- 60 detik : 10
•3 variasi gerakan
yang berbeda : 10-30
•kompak : 6-10
•Semangat : 6-10
•Menarik & menyenangkan :10-20
4.Kemampuan mengenal karakteristik multi cultural Negara dalam menumbuhkan kesadaran akan hak dan kewajiban terhadap NKRI
•Peserta 5 anak menyanyikan tembang pucung, 5 anak tembang gambuh.
1.Tembang Pucung laras slendro
2.Tembang Gambuh.laras pelog
•Kekompakan
•Penampilan
•Keindahan suara - Nilai 60 - 90
C.KD. KEMAMPUAN BERUSAHA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KECERDASAN
5.Pengetahuan Umum dan Kepramukaan
(Warung Pengetahuan) Menjodohkan kartu soal dengan jawaban yang telah tersedia. Disiapkan 10 soal, setiap anak mengambil soal dan menjodohkan.
•10 kata berhuruf jawa
•10 kata berhuruf latin Tiap jawaban benar:10 Nilai maksimal 100
6.a.KIM Pengetahuan/ Ingatan
b.KIM Penciuman (Warung KIM)
•Menghafal Dwi Darma, 5 anak, Dwi Satya (Perorangan)
•Dilaksanakan oleh 5 anak yang lain (sisa anak dari hasil undian pada KIM Pengetahuan/ Ingatan)
•Dwi Darma dan Dwi Satya
•10 macam empon-empon/ apotek hidup, mata ditutup, benda digantung
•Jenis : Jahe, kencur, Laos, Sere, Kunir,Jeruk Purut,Jeruk Nipis, Kunci, Bwang Merah, Bwng Putih
*Nilai maksimal 100
•Setiap jawaban benar : 5
•Nilai maksimal : 50
D.KD. KEMAMPUAN BERUSAHA MENINGKATKAN KETRAMPILAN, KETANGKASAN DAN OLAH RAGA
7a.Tali dan Ikatan
b.Menunjukkan arah kompas/ mata angin (Warung Ketrampilan)5 anak praktek membuat ikatan :
•3 anak jenis ikatan (jangkar, pangkal, mati)
•2 anak jenis tali anyam, Inggris.
5 anak diberi pertanyaan 8 arah mata angin/ kompas 1 tongkat dan 5 tali Pramuka
Kompas atau 4 arah mata angin dan derajat kompas
•Setiap jawaban benar :10
•Nilai maksimal :50
•Setiap jawaban benar :10
•Nilai maksimal :50
8.Warung Basket
•Kegiatan dilakukan perorangan
•Setiap anak memasukkan bola 1 kali kedalam ring Tiang ring dan bola basket
Tinggi tiang= 2m
Jarak lempar( Jari-jari ½ lingkaran) = 2m T= 2 m,
•Setiap masuk nilai : 10
•Nilai maksimal : 100
9.Lempar bola Peserta :
•5 anak melempar
•4 jaring
•1 manajer Bola kasti 5 buah, taplak meja ukuran 1 m2 jarak 5 m
•Nilai : 0-100 dapat diterima : 20
10.Lempar Gelang
(Warung Lempar Gelang)
•Melempar gelang ke tongkat dengan jarak lemparan 5 m
•Dilakukan secara perorangan dalam waktu 30 detik
•Satu anak memegang tongkat dan 9 anak yang lain melempar gelang secara bergantian
•Gelang diusahakan masuk tongkat
•Anak pemegang tongkat dan gelang tidak boleh bergerak melewati garis lingkaran yang telah ditentukan
•Bahan gelang : penjalin diameter 30 cm.
•Panjang Tongkat Siaga = 110 cm
•Tiap gelang yang masuk nilai 10
•Pemegang tongkat nilai 10
11.Memindahkan bola pingpong
(Warung Estafet Bola)
*Anak memindahkan bola pingpong dari ember satu ke ember yang lain dengan menggunakan bambu yang telah dibelah dua.
•1 anak menaruh bola ke atas bambu satu persatu.
•2 ember cat 5 Kg
•9 bambu (sebesar gelas, panjang ± 50 cm) yang sudah dibelah.
•10 bola pingpong
•Satu bola masuk ember dan tidak tumpah nilai 10
•Nilai maksimal 100
•9 anak yang lain berjajar menyamping bergantian agar bola berjalan menuju ember yang lain dan dapat masuk ke ember lain tersebut dan tidak tumpah.
E.KD.KEMAMPUAN BIDANG SENI BUDAYA
12.Gerak dan lagu
•Setiap barung melakukan gerakan/ tarian “Kupu Kuwi” yang diciptakan bebas, selaras dengan lagu dan musik pengiring.
•Lagu/ musik dapat berupa nyanyian/ tabuhan alat musik langsung/ elektronik/ kaset.
•Pakain : mengenakan seragam Pramuka dan dapat ditambah assesoris penunjang.
•Assesoris penunjang
•Lagu/ nyanyian/ alat musik/ tape, dan sebagainya.
•Kekompakan
•Kreatifitas
•Keserasian
•Nilai 60 – 90
•10'
13.Menyumbang alat tulis
•Setiap anak menyumbangkan 1 buku, 1 pensil 2B
•1 buku Bigbos
•1 pensil 2B
•Barung menyerahkan nilai 10 – 100
14.Kebersihan Lingkungan
(Warung Kebersihan Lingkungan)
•Setiap barung membersihkan lingkungannya/ transit dengan tas plastik • Sapu, tas plastik, tempat sampah disiapkan peserta.
•Panitia menyediakan tempat pembuangan akhir smpah.
•Nilai 100
KETERANGAN LAIN-LAIN.
Untuk Tembang Pucung dan gambuh di buku kelas 3 dan 4 SSD. Materi belum bisa di lampirkan.
Untuk Dwi Darma dan Dwi Satya mangacu pada AD/ART Ger Pram th 2009
SELAMAT NERLATIH
Yuk Baca Selengkapnya...
SDN 1 Miricinde Turut Serta Membangun Bangsa
Menciptakan generasi yang mampu berkompetensi dan berprestasi
Profil Kepala Sekolah
STANDAR MINIMAL TUGAS KEPALA SEKOLAH (Bidang Edukatif, Bidang Bimbingan dan Penyuluhan.....
KAMI SANG JUARA...!!!
Mengangkat piala bukan tujuan utama kami, karena ini hanyalah wujud dari perjuangan kami. Bersungguh-sungguh dan Bersemangat dalam pertarungan menggapai masa depan adalah awal dari prestasi ini
Pancasila
Penerapan Sila-sila dalam pancasila di SDN 1 Miricinde dan memberikan semangat juang sebagai wujud Nasionalisme terhadap Bangsa dan Negara
Bangga dengan Seni dan Budaya Bangsa
Seni Reog adalah salah satu peninggalan asli Seni dan Budaya Bangsa Indonesia, Kami turut melestarikan Seni dan Kebudayaan jangan sampai di akui lagi oleh bangsa lain
Jumat, 06 Januari 2012
Materi Rancangan Pesta Siaga
Jumat, 30 Desember 2011
Pesta Siaga Bukan seperti Pestanya Demokrat dan Pejabat
beban masalah pada pendanaan yang sudah kehabisan tahun anggaran, BAGAIMANA MENYIKAPINYA?
Betapapun berat rasa untuk melaksanakan tapi sebenarnya amat menyenangkan dan mengembangkan kemampuan kritis pada siswa di usia siaga.
Banyak yang berpandamgam amat simpel hal pesta siaga sepertinya pestanya kaum demokrat yang dengan sekian daging guling atau setumpuk roti jepang yang amat memuaskan sebagai makanan pesta yang dananya melebihi dana yang di tilep beberapa oknum pejabat negara yang lagi berjamaah kata orang dalam TV ..... yang kampret dengar sambil menyapu Halaman rumah warisan adik iparku.
Ternyata Pesta Siaga sebuah Ajang kegiatan anak-anak siaga yang berbagai unsur pembinaan, dari akhlaq mulia dan kreatifitasnya, juga dari unsur pengetahuan hingga budayanya.
Waaaaaaaaah kliru besar kalau dana gak dicukupi dengan perkiraan pesta makan untuk bocah-bocah kurang kerjaan.......
ini contoh hasil cepretan masa lalu.....
slamat berjuang sikecil taruna pandu pramuka siaga ......
Selasa, 19 Juli 2011
BENTUK BENTUK PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DALAM GERAKAN PRAMUKA
Artikel Oleh: Kak Estu Tentrem, M.Pd
Salam Pramuka !
1. CARA MENYELESAIKAN SKU DAN MENDAPATKAN TKU
SKU sebagai alat pendidikan, merupakan rangsangan dan dorongan bagi peserta didik untuk memperoleh kecakapan yang berguna baginya, untuk berusaha mencapai kemajuan dan untuk memenuhi persyaratan sebagai anggota Gerakan Pramuka
a. SKU disusun menurut pembagian golongan usia Pramuka, yaitu :
1) SKU golongan Siaga :
• Siaga MULA
• Siaga BANTU
• Siaga TATA
2) SKU Golongan Penggalang :
• Penggalang RAMU
• Penggalang RAKIT
• Penggalang TERAP
3) SKU Golongan Penegak :
• Penegak BANTARA
• Penegak LAKSANA
4) SKU Golongan Pandega
• PANDEGA
2. CARA DAN TEHNIK MENGUJI SKU:
a. Berusaha agar proses ujian itu juga dirasakan oleh yang bersangkutan sebagai proses pendidikan yang menyangkut dan meningkatkan serta mengembangkan pengetahuan dan pengalaman.
b. Memperhatikan batas-batas kemampuan, mental, fisik, intelegensi Pramuka yang bersangkutan.
c. Memperhatikan ikhtiar, ketekunan dan kesungguhan yang sudah dijalankan oleh Pramuka yang diuji.
d. Pelaksanaan ujian, perorangan bukan kelompok. Biarpun ada ujian yang secara kelompok ( Diskusi, Kerja Kelompok ) tetapi penilaian tetap perorangan.
Ujian tersebut meliputi :
a. Materi Ujian dikehendaki peserta yang diuji.
b. Waktu, kesepakatan antara penguji dan yang diuji.
c. Diusahakan dalam bentuk praktek dan secara praktis.
3. CARA MENYELESAIKAN SKU DAN MENDAPATKAN TKK
Syarat Kecakapan Khusus merupakan salah satu cara penerapan sistim tanda kecakapan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Dengan sistim ini anak diharapkan memahami betapa pentingnya untuk mencapai SKK dan TKK akan memilih yang sesuai dengan bakat, minat dan selera anak itu sendiri sehingga anak itu sendiri akan mampu menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka dengan pertolongan dan bimbingan pembina.
4. MACAM SKK TERBAGI MENJADI 3 TINGKATAN YAITU:
1) SIAGA Satu tingkat
2) PENGGALANG, PENEGAK, PANDEGA
a. Tingkat Purwa
b. Tingkat Madya
c. Tingkat Utama
5. MACAM TKK TERBAGI MENJADI 5 GOLONGAN DENGAN 5 WARNA DASAR YAITU :
1) Kuning yaitu bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan kepribadian dan watak
2) Merah yaitu bidang patriotisme dan seni budaya
3) Putih yaitu bidang kesehatan dan ketangkasan
4) Hijau yaitu bidang ketrampilan tehnik pembangunan
5) Biru yaitu bidang sosial, perilemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat perdamaian dunia dan lingkungan hidup
6. CARA DN TEKNIK MENGUJI SKK :
a. Berusaha agar proses ujian itu juga dirasakan oleh yang bersangkutan sebagai proses pendidikan yang menyangkut dan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman.
b. Memperhatikan batas-batas kemampuan, mental, fisik, intelegensi Pramuka yang bersangkutan.
c. Memperhatikan ikhtiar, ketekunan dan kesungguhan yang sudah dijalankan oleh Pramuka yang diuji.
d. Pelaksanaan ujian, perorangan bukan kelompok. Biarpun ada ujian yang secara kelompok ( Diskusi, Kerja Kelompok ) tetapi penilaian tetap perorangan, ujian tersebut meliputi :
1) Materi Ujian dikehendaki peserta yang diuji.
2) Waktu, kesepakatan antara penguji dan yang diuji.
3) Diusahakan dalam bentuk praktek dan secara praktis. Yuk Baca Selengkapnya...
MENCIPTAKAN KEGIATAN KREATIF DAN REKREATIF
MENCIPTAKAN KEGIATAN KREATIF DAN REKREATIF.
Artikel Oleh: Kak Tis Setyaningsih,MM., M.Pd.
Salam Pramuka !
I. Pembina Kreatif :
1. Memperlengkapi proses belajar mengajar dengan memprakarsai belajar sendiri pada sebagian siswa. Prinsip yg dipandang baik dalam proses belajar mengajar dilaksanakan tetapi semuanya itu dilakukan dalam rangka menginduksi respon yang kreatif dari siswa seperti:
(a) melakukan aktivitas untuk mendorong siswa menyelidiki sendiri,
(b) melaksanakan eksperimen, dan
(c) mengambil kesimpulan sementara terhadap eksperimen yang dilakukan.
2. Menciptakan lingkungan belajar yg tidak otoriter, memberi fasilitas siswa untuk berkreasi. Jenis kebebasan yg diperlukan adalah yg berkenaan dengan psikologis, simbolik, dan kebebasan untuk mengungkapkan pengalaman yg spontan.
3. Mendorong “proses berfikir kreatif” siswa. Dia menstimulus siswa untuk mencari hubungan-hubungan yg baru antar data, mengimajinasikannya, mencari pemecahan masalah-masalah yg sedang dihadapi, membuat perkiraan-perkiraan secara tepat, menemukan ide-ide sampingan dan membentuk ide-ide baru. Mendorong siswa untuk mengungkapkan hubungan-hubungan yg tidak mungkin antar elemen-elemen, dalam rangka menemukan suatu teori yang masuk akal yg menyimpang dari yg biasa.
II. Pembina yang kreatif mengetahui sifat-sifat khas anak:
Sifat – sifat khas anak :
1. Banyak gerak, penuh semangat, suka bermain pada setiap waktu dan tempat, tidak mudah letih, cepat bosan.
2. Ingin mengetahui segala sesuatu, terfokus pada alam sekitar, segala sesuatu yang ada tercipta untuk dirinya, melepaskan sifat hidup pada benda-benda mati
3. Hidup dan berfikir untuk saat ini, bersifat responsif, peka, kuat, dan berbuah-buah, memahami dengan baik hal-hal yang material dan indrawi.
4. Setiap individu di antara anak-anak tidak sama dan tidak sejajar, bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Yuk Baca Selengkapnya...
Belajar Menyadari Diri Sendiri
CARA MENYUSUN PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK
PENUNJANG PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI BANGSA
DALAM GERAKAN PRAMUKA.
Artikel Oleh: Kak Estu Tentrem, M.Pd.
1. Materi kegiatan Peserta Didik :
a. Menarik, menyenangkan, mengandung pendidikan.
b. Memupuk rasa kekeluargaan / persaudaraan
c. Meningkatkan kerjasama, disiplin, trampil
d. Meningkatkan taqwa kepada Tuhan YME dan cinta tanah air
e. Dilaksanakan dengan ikhlas, gembira, semangat
2. Menyajikan Kegiatan Dengan Semboyan :
a. Learning by doing ( belajar sambil melakukan )
b. Learning by teaching ( belajar sambil mengajar )
c. Metode kejutan, diskusi, dan pengamatan
3. Cara Menyajikan Pada Peserta Didik :
a. Mengetrapkan PDK, MK, Sistem Among
b. Murah, meriah, mudah dilaksanakan
c. Sesuai tujuan, sasaran, hakekat GP
d. Sesuai perkembangan pesdik dan masyarakat setempat
e. Ditanamkan dan ditumbuhkebangkan PDK ke pesdik
f. Melaksanakan dengan ikhlas, tanggung jawab ketrikatan moral
4. Unsur Upacara Sebagai Alat Pendidikan Dan Penanamam Nilai Karakter Bangsa
a. Pengertian Upacara :
adalah serangkaian, perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.
b. Tujuan Upacara Dalam Gerakan Pramuka :
membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur sehingga menjadi warga negara indonesia yang berjiwa Pancasila, seperti tercantum pada tujuan gerakan pramuka
c. Peserta Didik Diharapkan :
1. memiliki rasa cinta tanah air bangsa dan negara
2. rasa tanggung jawab dan disiplin
3. tertib dalam kehidupan sehari hari
4. memiliki sifat gotong royong
5. dapat memimpin dan dipimpin
6. dapat melaksanakan upacara dengan tertib dan khidmat
7. meningkatkan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa
5. Tugas Dan Keteladanan Seorang Pembina Upacara
Dalam upacara seorang pembina harus mampu membuka hati peserta didik dan memberikan pendidikan watak. Upacara bukanlah kegiatan rutinitas semata akan tetapi memiliki nilai strategis sebagai alat pendidikan dan penanaman rasa bela Negara.
6. Unsur Pokok Dalam Upacara Gerakan Pramuka :
a. pengibaran bendera.
b. pembacaan pancasila.
c. pembacaan kode kehormatan.
d. berdoa dan bentuk barisan yang disesuaikan dengan perkembangan jiwa.
Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara dalam rangka pemberian pengakuan dan pengesahan terhadap seseorang Pramuka atas prestasi yang dicapainya. Memiliki tujuan bagi Pramuka yang dilantik mendapatkan kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh dari pembinanya.
1. Langkah proses pelantikan
a. Dilakukan setelah anak didik menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan baik (SKU, SKK, SPG dll).
b. Hal yang perlu dipersiapkan :
- Persiapan Mental.
Mempersiapkan anak didik agar dengan sukarela mengucapkan Janji dan Satya, dan mampu melaksanakan dalam kehidupannya sehari hari.
- Persiapan Fisik.
Hal yang berhubungan dengan peralatan pelantikan.Seperti, bendera Merah Putih, Tanda Pelantikan dan Alat Penunjang Lainnya.
2. Hal Prinsip dalam Upacara Pelantikan :
a. Adanya 4 Unsur Pokok Dalam Upacara ( Bendera, Pembacaan Pancasila, Pengucapan Janji/Satya, Doa )
b. Wawancara antara Pembina dengan anak didik yang akan dilantik untuk menanamkan komitmennya terhadap kepramukaan, pembangunan bangsa, Kemandirian, ketakwaan kepada Tuhan YME dll.
c. Formasi barisan sesuai dengan golongannya
d. Dilaksanakan dengan khidmat
3. Macam upacara pelantikan :
a. Upacara Penerimaan Anggota
b. Upacara Kenaikan Tingkat
c. Upacara Pindah Golongan
d. Upacara Penyematan TKK
e. Upacara Penyematan TPG
f. Upacara Pemberian Penghargaan Yuk Baca Selengkapnya...
Rekayasa Apa Biasa.
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
DALAM PENGHAYATAN METODIS DAN PRAKTIK PENERAPANNYA
SEBAGAI UJUD NORMA BUDI PEKERTI DAN KARAKTER HIDUP
BAGI ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA.
Artikel Oleh: Kak Estu Tentrem, M.Pd
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah asas yang mendasari dasar pikiran, perkataan dan perbuatan pramuka dalam kehidupannya sehari-hari. Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif, efektif dan efesien, yang bersifat universal karena digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di semua negara, yang penerapannya disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, kondisi, perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Prinsip Dasar Kepramukaan harus diupayakan dididikkan oleh Pembina Pramuka kepada peserta didik agar secara sukarela mereka memilikinya, dan secara berangsur-angsur dapat mempengaruhi jiwa mereka dalam bersikap dan bertindak pada kehidupan mereka sehari-hari, baik sebagai mahluk Tuhan, individu, maupun sebagai anggota masyarakat dan lingkungannya.
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; dengan meningkatkan keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai dengan tata cara agama yang dipeluknya dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
PENGHAYATAN METODE KEPRAMUKAAN
SEBAGAI UJUD PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
DALAM GERAKAN PRAMUKA
Penghayatan adalah mempelajari dengan tenang, tajam dan kritis untuk; mengerti, memahami serta menghayati guna pelaksanaan tugas sesuai fungsi masing-masing. AD dan ART dihayati karena AD dan ART adalah, sumber hukum Gerakan Pramuka dan Dasar peraturan organisasi dan kegiatan kepramukaan serta mengandung nilaii dan norma filosofis dan materi praktis untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
Tujuan menghayati AD dan ART agar kita menghayati dan meyakini serta memahami isi dan makna serta fungsi Gerakan Pramuka, sehingga semua kegiatan dan proses pendidikan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
PRAKTEK UPACARA DALAM LATIHAN PRAMUKA GOLONGAN PENEGAK
SEBAGAI PENGEMBANG BUDI PEKERTI DAN KARAKTER ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA
Upacara dan Pelantikan sebagai dorongan kejiawaan anggota Pramuka. Kejiwaan pemuda dapat ditimbulkan dari kekhidmatan dan keterharuan para pemuda terhadap acara-acara yang mengejutkan sehingga ada kesan mendorong jiwanya berkembang . Menanamkan nilai-nilai kedewasaan dalam bidang mental spiritual dan sikap serta tingkahlaku yang sesuai dengan Satya dan Darma sebagai NUANSA DISIPLIN DALAM PRINSIP DASAR UPACARA .
Contoh:
Prinsip – prinsip uplat Penegak:
1. Ada pokok acara/materi
2. Ada sarana, bendera yang dikibarkan, Sandi Ambalan dan alat lain
3. Ada yang dipimpin dan ada yang memimpin
4. Ada yang dilantik dan ada yang melantik
5. Bentuk barisan bersaf, tertib, khidmat
6. Ada pembacaan Dasa Darma atau Sandi Ambalan dan Do’a
Atur acara yang demikian merupakan contoh penanaman nuansa disiplin dalam pembinaan anggota muda yang amat dibutuhkan pelatihan secara kontinyu.
Contoh lain:
A. ATUR UPACARA KEPENEGAKAN :
1. Pembukaan dan Penutupan pertemuan
2. Penerimaan Tamu Ambalan/Racana
3. Penerimaan Calon Penegak/Pandega
4. Renungan Jiwa
5. Pelepasan Penegak/Pandega
6. Pelantikan Penegak/Pandega
7. Upacara lain dikembangkan oleh Ambalan dan Racana yang bersangkutan ( tidak menyimpang 178 tahun 1979 ).
B. PELANTIKAN PENEGAK :
1. Jenis kegiatan dalam upacara pelantikan ditentukan pula oleh adat Ambalan / Racana yang bersangkutan.
2. Upacara pelantikan dialami sekali, yaitu saat menjadi Bantara atau Pandega.
3. Calon akan dilantik jika selesai SKU dan Renungan Jiwa
4. Variasi jangan sampai mengaburkan/mengurangi inti upacara pelantikan yaitu ucapan janji
5. Tidak perlu ada pengemblengan jasmani, agar tidak mengurangi pemusatan perhatian si calon
6. Hindari kegiatan yang berbau mistik dan feodal.
7. Sebelum dan sesudah upacara diberi kesempatan berdo’a
C. BERKEMAH YANG BAIK
Berkemah adalah hidup dialam terbuka, tinggal didalam tenda dengan perlengkapan secukupnya. Berkemah merupakan kegiatan rekreatif edukatif di alam terbuka dengan menerapkan PDK & MK.
1. Tempat berkemah :
a. Tidak jauh dari
1) sumber air bersih
2) pasar
3) pos kesehatan
4) pos keamanan
b. Tidak terlalu dekat dng.
1) kampung
2) jalan raya
c. Tanah rata agak miring sedikit, ada pohon pelindung dan tidak lembab
d. Pemandangan disekitar indah dan menarik.
2. Penataan Tenda :
1) Tenda putra dan putri dipisahkan dan ditata rapi, letak membujur menurut arah angin.
2) Tenda tidak boleh didirikan dibawah pohon yang relatif besar,sangat berbahaya ketika hujan turun.
3) Tiap tenda ditata sedemikan hingga ada perlengkapan al.:
a. tenda tidur, tenda dapur dan tenda tamu
b. parit di sekitar tenda
c. pagar
d. gapura
e. tempat sampah
f. tempat sepatu dll
3. Perlengkapan Pribadi :
a. Perlengkapan kemah diusahakan sepraktis mungkin, menghilangkan kesan berpindah tidur dari rumah.
b. Alat makan dan minum-mandi – tidur – ibadah – obat obatan pribadi – pakaian pribadi – alat kegiatan - dll
4. Perlengkapan Regu /Kelompok :
a. Tenda dan perlengkapannya
b. alat masak
c. alat latihan ( kompas, bendera, alat tulis dll)
d. tas pppk
e. kapak, cangkul dll
5. Perlengkapan pasukan/ satuan :
a. Tenda pasukan dan perkapnya
b. Tenda pembina dan perkapnya
c. Perlengkapan Upacara
d. Perlengkapan kegiatan pasukan al :
1) tali besar
2) bola
6. Kebersihan yang perlu diperhatikan adalah:
a. Bila perlu sebelum tenda didirikan perlu dibersihkan dulu dari kotoran atau bahkan binatang
b. Ciptakan kebersihan dilingkungan tenda setiap saat, jika perlu dilombakan antar tenda dan disediakan hadiah atau penghargaan
c. Buatlah saluran air disekitar tenda agar air dapat masuk ke peresapan air
d. Sebelum tinggalkan areal berkemah diusahakan sedikitpun tidak meninggalkan sampah, usahakan bersih seperti semula tanpa meninggalkan bekas.
7. Berkemah yang baik bila :
a. Mudah, murah, manfaat
b. Menggunakan prinsip PDK &MK
c. Memp. Tujuan dan sasaran pddk
d. Memperhatikan :
1) Keselamatan dan Keamanan
2) Disiplin dan jaga lingkungan
3) Dng tata cara kemah pramuka
e. Pesdik berperan aktif dlm. Kegiatan dibawah tanggung jawab Pembina.
D. CARA MENANAMKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK/ PESERTA DIDIK
Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Disiplin yang sudah menyatu dengan dirinya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan tidak lagi dirasakan sebagai beban.
1. Aspek Disiplin :
a. Sikap mental : taat dan tertib – proses pengembangan latihan
b. Pemahaman sistem aturan, perilaku, standar, kriteria menumbuhkan pengertian bahwa aturan tersebut adalah syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan
c. Sikap kelakuan yang wajar : kesungguhan hati untuk mentaati segala hal dengan cermat dan tertib.
2. Sikap yang harus dimiliki :
a. Ditumbuhkan melalui kegiatan menarik, menantang, mengandung pendidikan secara berkesinambungan menerapkan PDK, MK, KKP, Sistem Among serta sikap keteladanan.
b. Kasih sayang terhadap pesdik
c. Adil
d. Memperhatikan kemampuan pesdik
e. Mengutamakan kepentingan pesdik
f. Tegas, rapi, dan sopan
g. Mampu menciptakan kondisi yg menunjang kegiatan
h. Kreatif, inovatif, dinamisatoris, motivator
i. Menyajikan kegiatan yg bervariasi. Yuk Baca Selengkapnya...
Sumbang pendapat Bos...
Artikel Oleh: Kak Isti,H. M.Pd
Salam Pramuka !
Banyak prediksi yang terserap bahwa pada Era globalisasi ini Gerakan Pramuka dirasakan semakin tidak eksis keberadaanya, hal ini disebabkan dari bebagai hal di antaranya:
a. Eksistensi dan peran Gerakan Pramuka yang semakin berkurang.
b. Keterlambatan menyesuaikan diri atas berbagai perubahan yang terjadi.
Dari hal ini maka, dirasa perlu adanya revitalisasi Gerakan Pramuka.
1. Revitalisasi Gerakan Pramuka (GP) adalah :
a. Pemberdayaan GP yang dilakukan secara sistematis.
b. Berkelanjutan dan terencana.
c. Meningkatkan PERTUPOKSI GP.
d. Memperkokoh eksistensi organisasi GP.
2. Hakekat Revitalisasi Gerakan Pramuka :
a. Memperkokoh eksistensi organisasi disesuaikan dengan perkembangan lingkungan yang dinamis.
b. Menyempurnakan organisasi yang sudah ada, bukan membentuk baru, mempertahankan tradisi yang baik disamping melakukan inovasi.
c. Dilakukan secara sistematis, berkelanjutan dan terencana.
d. Bertitik tolak dan memanfaatkan modal dasar yang dipunyai.
e. Konsentrasi pada aspek strategis untuk peningkatan peran, fungsi dan tugas pokok GP.
3. Tujuan Revitalisasi :
a. GP diterima dan diminati oleh kaum muda sebagai pilihan dalam proses belajar berorganisasi.
b. GP dipercaya sebagai wahana membentuk watak dan mengembangkan kepribadian kaum muda.
c. GP dengan Prinsip Dasar dan Metode kepramukaan melaksanakan kegiatannya secara cerdas dan gemilang.
d. Dapat membantu menangkal serta membantu menyelesaikan berbagai masalah kaum muda.
e. GP dapat diterima sebagai institusi yang menyelenggarakan Pendidikan Bela Negara.
4. Modal Dasar Revitalisasi :
A. LEGALITAS :
1. Keppres no. 238 tahun 1961
2. Keppres no. 104 tahun 2004
3. Keputusan Kwarnas no. 086 tahun 2005
4. Sambutan Presiden RI tgl 14 Agst 2006
5. Strategy For Scouting tahun 2002 Yuk Baca Selengkapnya...
KEPRAMUKAAN SEBAGAI PENDIDIKAN PROGRESIF KARAKTERISTIK SEPANJANG HAYAT
KEPRAMUKAAN SEBAGAI PENDIDIKAN PROGRESIF KARAKTERISTIK SEPANJANG HAYAT.
Artikel Oleh: Kak Estu Tentrem, M.Pd
Salam Pramuka !
Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ( Kepramukaan ) bertujuan agar peserta didik timbul kesadaran bahwa :
1. Terjadinya peningkatan kwalitas diri:
a. Peningkatan mental / spiritual,moral, fisik, intelektual mosiaonal dan sosial.
b. Proses pendidikan tidak sama dengan proses pengajaran.
c. Peserta didik sebagai subyek
2. Kepramukaan merupakan :
a. Proses kegiatan belajar sendiri yang progresif ( maju dan meningkat ) bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya.
b. Sistem pembinaan dan pengembangan sumber daya (potensi) kaum muda agar menjadi warga negara yang berkualitas.
3. Pendidikan sepanjang hayat :
a. Pelengkap pendidikan di sekolah dan di keluarga, harus mampu mewadahi dan mengisi kebutuhan peserta didik.
b. Peserta didik saling bertukar pendapat, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan secara terus menerus dan berkesinambungan.
c. Kepramukaan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik.
d. Mengembangkan minat untuk mendapat temuan-temuan pengembangan kreatifitas dalam bidang teknologi maupun sosial budaya
Kesadara bahwa Kepramukaan sebagai proses pendidikan dalam bentuk kegiatanL:
kreatif,
rekreatif yang edukatif.
Oleh karena itu harus dirasakan peserta didik sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik, tidak menjemukan dan tidak ada paksaan dalam bergiat sehingga terdapat unsur – unsur Kepramukaan.
Unsur-unsur tersebut di antaranya:
a. Peserta didik sebagai subyek kegiatan
b. Program kegiatan peserta didik
c. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
d. Kode kehormatan Pramuka
e. Masyarakat
f. Alam terbuka
Kepramukaan adalah suatu gerakan / proses / aktivitas yang dinamis dan selalu bergerak maju . Kepramukaan sebagai proses pendidikan dalam bentuk kegiatan bagi kaum muda dimanapun dan kapanpun selalu berubah sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Anggota dewasa selain beribadah juga menghadapi tantangan dalam membina interaksi dan saling pengertian dengan kaum muda.
Salam Pramuka Yuk Baca Selengkapnya...
ORIENTASI KEPRAMUKAAN DAN PEMBINAAN KARAKTER BANGSA
ORIENTASI KEPRAMUKAAN DAN PEMBINAAN KARAKTER BANGSA
Artikel Oleh: Kak Estu Tentrem, M.Pd
Salam Pramuka !
Sebagai seorang dewasa, seorang Pembina Pramuka tentu banyak memiliki pengalaman yang diyakini kebenarannya, Sehingga sulit dipengaruhi. Orang dewasa itu mau apabila ia senang dan diuntungkan mereka mempunyai keinginan-keinginan tertentu yang ingin dicapai.
Dengan diadakan pembinaan pada orang dewasa sebagai Pembina, maka diharapkan :
a. Orde memahami, mau dan senang mengikuti Pembinaan .
b. Terjadi keinginan interaksi .
c. Mengikuti dan menerima masukan dari pelatih atau sesama peserta .
d. Berperan aktif semua kegiatan pendidikan .
e. Melaksakan semua kegiatan dengan penuh rasa tanggungjawab .
f. Bekerja dalam kelompok .
g. Tercipta suasana kekeluargaan .
h. Tercapai keinginan peserta .
i. Bermain yang mengandung pendidikan.
Dari berbagai pertimbangan tersebut menjadi dasar dilakukan Kursus dan pelatihan atau penyegaran dan Karang pamitran bagi Pembina yang dimungkinkan pula kondisi Pembina saat ini timbul berbagai kesulitan antara lain :
a. Jumlahnya terbatas ( Pembina putri ).
b. Kemampuan pembinanya kurang memadai, karena pengalamannya minim.
c. Pembina hanya mendasarkan target SKU.
d. Kurang mampu mengembangkan materi.
e. Terbatasnya waktu bagi pembina.
f. Rasio antara pembina dengan anggota muda tidak seimbang.
g. Kebiasaan pembina memberdayakan peserta didik untuk ikut membantu membina anggota muda.
h. Pembina kurang kreatif dan inovatif.
i. Pembina merasa kurang berarti sebagai pembina.
Ketercapaian dan beberapa solusi menghadapi permasalahan tersebut adalah :
a. Memberikan diklat khususnya bagi pembina yang belum mengikuti diklat.
b. Memberikan pelatihan kepramukaan bagi pembina.
c. Memberikan perhatian yang serius bagi para pembinanya.
d. Memberikan dukungan moral, material dan spiritual .
Kondisi Pembina yang diharapkan :
a. Faham visi, misi dan strategi serta dapat mengaplikasikannya pada peserta pelatihan.
b. Memiliki kesungguhan, kesanggupan untuk memotivasi anggota muda dalam Gerakan Pramuka
c. Memiliki komitmen kuat dalam membina anak-anak muda.
d. Sanggup berkomunikasi secara interaktif dengan anggota muda dalam Gerakan Pramuka.
e. Bersedia untuk melengkapi dan meningkatkan diri melalui pelatihan-pelatihan.
f. Bersedia dan sanggup berbagi kepemimpinan dan mengembangkan pemimpin lainnya.
g. Bersedia dan sanggup memotifasi orang lain.
h. Mampu menerapkan sikap laku baik ( Karakter )melalui contoh maupun ajakan.
i. Berusia minimal 26 tahun dan sudah mengikuti KMD . Yuk Baca Selengkapnya...
Senin, 18 Juli 2011
Seragam Pramuka
Seragam bukan berarti sama, tetapi merupakan komitmen untuk mematuhi pemakaian dan modelnya.
Banyak para pemimpin sekolah dalam bidangngya kurang mendalami makna seragam Pramuka,sehingga seakan memandang seragam itu sebagai lahan memperolih keuntungan di sekolah itu, lebih jahat lagi bila dipakai sebagai perdagangan dengan keuntungan pribadi.
Kebijakan yang digulirkan kadang mencemari citra Pramuka secara pelahan lahan dan tanpa ada kesadaran diri, ini banyak berkembang di lingkungan sekolah sekolah yang sebenarnya justru berkelas RSBI dan atau SBI , SSN, dan RSSN yang ada diwilayah kita.
Tantangan yang Berat bagi guru yang sementara sertifikat pembina saja belum memiliki sedang pengalaman dalam bidang itupun tidak kurang aktif,apa Lagi terjun dalam pramuka hanya karna jabatan Majelis pembimbing secara otomatis.
Apakah ini tidak membahayakan Pendidikan yang sedang digalakkan saat ini ( Pendidikan Karakter Bangsa) atau PBKB.
Dalam benak kecil saya amat prihatin dengan seragam pramuka yang tambah kurang ( Bawahan Panjang tetapi Lengannya Pendek) coba renungan Kita yang perlu di uji untuk kebijakan Kepala Sekolah seperti itu.
Dari inilah serasa perlu peningkatan dan pemberian penjelasan sejak dini agar benar-benar mereka memahami.
Kendala utamanya ketika diberi penjelasan justru selalu melirik pejabat diatasnya yang juga belum sinkrun pemakaian seragamnya. Apakah power utama menjadi dasar dan teladan, sehingga penentuan pemakaian seragam Pramuka tidak tergantung di awang-awang sebatas polemik yang merangsang saja. Yuk Baca Selengkapnya...

















