Selamat Datang

Selamat Datang
Kasih Sayang Kunci Sukses
Cindejiwiyata Selamat Datang dan bergabung pada referensi blogspot kami. Sumbangkan saran dan Bantuan yang normatif demi kemajuan kami Mohon Maaf bila ada penyimpangan dan menimbulkan kerugian pada pribadi

Kamis, 22 September 2011

MENGENAL SEJARAH PERJUANGAN BANGSA (S P B) MODAL PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA



Silabus :
1. Pengertian Dan Makna SPB.
2. Imperialisme dan Kolonialisme
3. Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Imperialisme dan Kolonialisme
4. Pergerakan Nasional Indonesia
5. Perjuangan Mencapai Kemerdekaan
6. Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia
7. Berbagai Rong-rongan Terhadap Negara Republik Indonesia.


Referensi :
1. Sejarah Nasional Indonesia ~ Prof Dr. Nugroho Noto Susanto
2. Perjuangan Bangsa Indonesia ~ DR. Nyoman Dukker, S.H.
3. Pergeseran Kekuasaan ~ Prof.DR. Ismail Sony,S.H.
4. Sejarah Perjuangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia ~ Drs.CST. Kansil, S.H.


BAB I
PENDAHULUAN

A PENGERTIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA
1. Arti Sejarah Perjuangan Bangsa ( Nasional ).
a. Sejarah :
o Adalah suatu peristiwa masa lalu yang bersifat obyektif, Sistematis, dan realistis.
b. Perjuangan:
o Adalah usaha dengan jerih payah dan gigih untuk mewujudkan suatu cita-cita yang tinggi.
c. Obyektif :
o Adalah kebenaran sejarah dapat diterima secara umum , tidak bersumber dari pemikiran yang subyaktif
d. Sistematis :
o Adalah Sejarah merukan suatu sistem Norma ( Kaidah ) yang berkaitan dengan Nilai.
e. Realistis :
o Adalah sejarah bukan merukan rekayasa manusia masa kini.
2. Tahapan Perjuangan Bangsa
a. Masa Kejayaan Nasional ( 400 ~ 1600 M )
b. Masa Penindasan ( ( 1600 ~ 1908 )
c. Masa Menuju Sosialisme Indonesia ( 1908 ~ Sekarang )
1. Jaman Perintis ( 1908 ~ 1927 )
2. Jaman Penegas ( 1927 ~ 1938 )
3. Jaman Pencoba ( 1938 ~ 1942 )
4. Jaman Pendobrak ( 1942 ~ 1945 )
5. Jaman Pelaksana ( 1945 ~ Sekarang )
a. Orde Lama ( 1959 ~ 1965 )
b. Orde Baru ( 1965 ~ 1998 )
c. Orde Reformasi ( 1998 ~ ......... )

B KONSEP DASAR PENERAPAN ILMU SEJARAH PERJUANGAN BANGSA.
1. Sejarah Sebagai Peristiwa
a. Ada Pelaku
b. Ada Tempat
c. Ada Ruang / Masa
2. Sejarah Sebagai Cerita
a. Rekonstruksi peristiwa dengan fakta dasar
b. Penafsiran makna peristiwa dengan kajian fakta dan data untuk membentuk konsep analisa.
c. Hipotesa dari analisa secara hakekati ( Filsafati )
d. Penyimpulan berdasarkan hipotesa
3. Sejarah Sebagai Ilmu
a. Hasil penghayatan dari kisah masa lalu
b. Penghayatan yang berdasar pada nilai dan norma
4. Sejarah Sebagai Sumber Ilmu Lain
a. Ilmu Ekonomi
b. Ilmu Geografi
c. Ilmu Sosiologi dll
5. Penerapan ruang lingkup
6. Penerapan prinsip pengajaran
7. Penerapan ketrampilan proses dan pengembangan sikap perilaku


BAB II
IMPERIALISME DAN KOLONIALISME

A IMPERIALISME
1. Pengertian:
a. Pengertian Umum:
• Suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara ke negara lain dengan cara membentuk daerah jajahan atau menanamkan pengaruh dalam bidang tertentu dengan perampasan kemerdekaan beserta kekayaan wilayah yang disukai.
b. Pengertian khusus:
• Perluasan daerah kekuasaan dalam jajahan untuk mendirikan kekaisaran ( Imperium ).
c. Pengertian Asal Kata :
• Menurut asal kata Imperialisme berasal dari Imperium, Imperator, Imperial, dan imperialisme yang berasal dari kata turunan bahas alatin yaitu kata kerja Impere yaitu meerintah. Sedang imperator berarti pengendali komando militer pada zaman Romawi kuno dan digunakan sebagai gelar kaisar pada tahun 69 masehi.
2. Tujuan:
Untuk mendapatkan kekayaan, rejeki, dan segala macam bentuk kemewahan dunia ( dalam bentuk kebendaan ).
3. Syarat imperialisme
• Negara Penguasa
• Wilayah Jajahan
• Kekayaan wilayah yang disukai Imperium
4. Macam-macam Imperialisme :
• Imperialisme Politik :
Adalah upaya untuk menguasasi seluruh kehidupan politik dari negara lain ~ Negara Protektorat ~ terdapat setelah Perang Dunia II
• Imperialisme Ekonomi:
Upaya menguasai perekonomian di negara jajahan dengan jalan membentuk zona-zona ekonomi
• Imperialisme Kebudayaan:
Upaya untuk menguasai jiwa dan mentalitas negara lain . Kedatangan dan perkembangannya sulit ditebak dan di rencanakan, dan sukar untuk dihilangkan. Kadang muncul secara tidak disadari.~ Contoh Pemakaian Bahasa, Pakaian, Adat Istiadat bahkan sampai sifat Kepercayaan.
• Imperialisme Militer:
Upaya menguasai wilayah dengan kekuatan /penerapan lokasi pangkalan militer untuk menjamin kepentingan perekonomian penjajah.
5. Sistem Pelaksanaan:
Penguasaan perekonomian yang mendukung iperialisme dengan cara:
a. Monopoli
b. Kerja Paksa
c. Tanam Paksa ( Cultuur Stelsel )

B KOLONIALISME :
1. Pengertian:
a. Pengertian Umum:
• Suatu sistem yang digunakan sebuah negara dalam rangka menjalankan politik pendudukan atau penjajahan terhadap negara lain.
b. Pengertian Khusus:
• Perluasan daerah jajahan untuk mendapat kekuasaan wilayah dan kekayaan ( Penghisapan kekayaan daerah jajahan atas dasar kekuasaan ).
• Dalam pelaksanaannya terdiri dari 2 golongan yaitu .
o Golongan Liberal :
Kekayaan Indonesia dihisap oleh pihak swasta ( Pemerintah Belanda tidak perlu campur tangan )
o Golongan Konservatif :
Kekayaan Indonesia dihisap melalui pihak pemerintah. ( Swasta tidak perlu campur tangan ).
Hal tersebut dimenangkan oleh golongan Konservatif dan kemudian Jendral Vanden Bosch mengajukan rencana kepada Raja Belanda dan mendapatkan persetujuan.
Isi Rencana Jendral Vanden Bosch:
a. Eksploitasi :
Penguasaan Kekayaan dengan tindakan Tanam Paksa ( Cultuur Stelsel )
b. Dilaksanakan pada tahun 1830
c. Sistem pengerahan dalam bidang pertanian
d. Menganut aturan yang ditetapkan, yakni :
1. Petani harus menanam 1/5 dari tanahnya dengan tanaman yang laku di pasaran dunia ( Rempah-rempah)
2. Hasil tanaman tersebut harus dijual kepada pemerintah Belanda dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah
3. Mereka yang tidak memiliki tanah harus bekerja selama 65 hari setahun di kebun pemerintah
4. Tanah tersebut bebas dari pajak
5. Kerusakan tanaman yang disebabkan oleh kesalahan petani menjadi tanggungan pemerintah.
Aturan ini sangat berat, tetapi lebih berat lagi pelaksanaannya sebab para pegawai yang menjalankan aturan itu banyak melakukan penyelewengan untuk kepentingan pribadi ( Koropsi ).
Contohnya :
a. Rakyat tetap diwajibkan membayar pajak
b. Tanah yang ditanami 1/5 s.d. 1/ 2 lebih dan harus di daerah yang subur.
c. Tanaman yang rusak menjadi tanggungan petani
2. Tujuan:
o Untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dan menguras habis sumber-sumber kekayaan untuk kepentingan kolonisator
3. Bentuk-bentuk Koloni:
a. Koloni Penduduk :
Terjadi pembasmian dan atau asimilasi penduduk oleh penjajah. Contoh Canada dan Amerika terhadap penduduk Indian.
b. Koloni Kelebihan Penduduk :
Pengurangan penduduk untuk disesuaikan keinginan penjajah dengan mebinasakan atau memberikan pekerjaan yang memberatkan sehingga ia mati.
c. Koloni Deportasi :
Penjajahan terhadap orang-orang buangan / Nara Pidana
d. Koloni Sekunder :
Matherland/ Penjajahan di wilayah yang kurang menguntungkan tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pangkalan ekonomi/ penimbunan hasil jajahan
e. Tiang Koloni Penunjang :
Sama seperti Koloni sekunder tetapi bentoknya pulau-pulau yang dapat dipergunakan sebagai pangkalan militer/ pelabuhan.
4. Sistem Pelaksanaan:
Dengan menerapkan Politik Tanam Paksa yang dileksanakan pada tahun 1830 ~ 1870
5. Penentangan Tanam Paksa :
Pendapat yang menyatakan penentangan terhadap Tanam Paksa adalah :
a. BARON VAN HOEVELL
o Seorang Pendeta yang bekerja di Indonesia, setelah kembali kenegeri Belanda kemudian terpilih menjadi Anggota DPR. Dalam Kedudukannya sebgai DPR tersebut kemudia ia bercerita kepada bangsanya “ Betapa kejam aturan Tanam Paksa itu “.
b. EDWARD DOUWES DEKKER ( Multatuli yang artinya Aku telah Banyak Menderita)
o Orang Belanda yang mengarang buku “MAX HAVELAAR”, Yang isinya menceritakan dan menggambarkan kekejaman bangsa belanda kepada bangsa Indonesia yang berakibat menderita, sengsara karena Tanam Paksa .
c. GOLONGAN LIBERAL (Orang Kaya ).
Bila Tanam Paksa dihapus maka mereka dapat menanamkan Modalnya untuk memeras bangsa Indonesia

C. IMPERIALISME MODERN ( 1870 ~ 1900 )
1. Tujuan Imperialisme Modern:
a. Penanaman modal uang oleh para kaum kapitalis
b. Penghisapan dan pemerasan kekayaan ekonomi bangsa Indonesia
c. Menggantikan politik Tanam Paksa dengan Politik Pintu Terbuka yaitu dengan jalan :
1. Pemerintah Belanda memberikan kesempatan kepada kaum kapitalissebagai pemilik modal swasta untuk menanamkan modanya.
2. Memberikan kesempatan kepada kaum kapitalis untuk mendirikan perusahaan besar di indonesia sebagai penyerapan tenaga kerja yang murah.
2. Hasil Penerapan Imperialisme Modern
Berawal dari tahun 1870 :
a. Berdiri Banyak perusahan swasta Belanda
b. Penyerapan tenaga kerja yang dapat mengangkat kesejahteraan pribumi
Namun demikian bangsa Indonesia tetap mengalami penderitaan sebab:
1. Perusahan Indonesia tidak dapat berkembang karena kalah bersaing dengan modal swasta
2. Tanah milik petani digunakan untuk perkebunan oleh Belanda.
3. Para petani yang miskin terpaksa melakukan buruh di perusahaan swasta walaupun upahnya sangat kecil/ rendah.
4. Mereka sangat terikat dengan kontrak kerja sehingga tidak bisa pindah pada perusahaan/ pekerjaan yang lain.
5. Politik Pintu Terbuka tidak bisa merubah peri kehidupan petani.

Persamaan dan Perbedaan antara Politik Tanam Pakasa
dengan Politik Pintu Terbuka
Politik Tanam Paksa Politik Pintu Terbuka
1. Diperas oleh Pemerintah Belanda
2. Dilaksanakan secara Kasar
3. Masa pelaksanaan Th 1830 ~1870 1. Diperas oleh kaum Kapitalis
2. Dilaksanakan secara Halus
3. Masa pelaksanaan th 1870~1900

3. Penentangan :
a. Pada tahun 1900 Politik Pintu Terbuka mendapat celaan dari partai kecil ( Gurem ) di Belanda, dan partai liberal yang semula gigih memperjuangkan juga mulai mulai mencela kepada pemerintah Belanda.
b. Alasan pengerukan kekayaan selama ini tidak ada sedikitpun memperhatikan kesejahteraan rakyat pri bumi
c. Usulan tokoh partai liberal Mr. CTH Van Deventer kepada Belanda dalam artikel Hutang Budi ( Een Eerescluud ) 1899, memberikan anjuran agar Belanda selain mengeruk keuntungan dan kekayaan dari bangsa Indonesia, harus memperhatikan kesejahteran bangsa Indonesia .
d. Tahun 1900 pelaksanaan politik ETHIS oleh Belanda
Van Deventer juga mengusulkan agar dilaksanakan 3 bidang yaitu :
o Irigatie = Pengairan
o Educatie = Pendidikan
o Transmigratie = Perpindahan Penduduk
e. Pelaksanaan Politik Ethis :
o Bidang Irigatie : Harus untuk perkebunan dan pertanian penguasa.
o Bidang Educatie : Mendirikan sekolah tetapi bukan untuk mendidik ilmu pengetahuan tetapi sekedar mendidik calon pegawai pemerintah belanda dengan tujuan mendapatkan tenaga murah dan hasil lebih besar.
o Jenis Sekolah Belanda :
 Sekolah Desa ( 3 tahun ) Sekolah Kelas 2 (2 th) ~ tamat SD
 HIS ( Holandsch Inlandsch School ) 7 tahun
 Sekolah Kejuruan, teknik,dan Pertanian.
 STOVIA ( Sekolah Dokter ) dan THS untuk sekolah tenaga ahli semacam Sekolah tinggi yang sekarang menjadi ITB
f. Bidang Transmigratie : Memindahkan tenaga buruh yang murah dari jawa ke luar Jawa. sedang maksud seharusnya untuk mengurangi kepadatan penduduk .
g. Akibat Politik Ethis :
o Timbul golongan intelektual
o Timbul aspirasi untuk mencapai kemajuan.
o Keinginan rakyat untuk hidup sesuai harkat dan martabatnya
o Puncaknya timbul kebangkitan Nasional.


BABA III
PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
( PERGERAKAN NASIONAL )

A LATAR BELANG LAHIRNYA PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA.

1. Latar Belakang :
o Akibat sistem Pemerintahan Kolonialisme dan Imperialisme yang menimbulkan berbagai ketimpangan masyarakat.
o Adanya kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya yang dipengaruhi oleh kekuasaan Belanda.
2. Pengertian :
o Pergerakan Nasional Bangsa adalah : Perjuangan Bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan bangsa dengan menggunakan berbagai organisasi dalam bentuk modern yang lahir akibat kondisi nasional. ( Amir Imron dan Saleh A. Djamhari dalam Sejarah Nasional Umum Indonesia Studi dan Pengajaran, PT Balai Pustaka 1998/1999)
3. Perkembangan Perjuangan Nasional :
Perjuangan Nasional telah dimulai sejak awal abad 18 yaitu pada perjuangan :
o Patimura ( Maluku th 1817 )
o Perang Paderi ( Sumatra Barat 1821~1837 )
o Perang Diponegoro ( Jawa Tengah 1825~ 1830
Tetapi semuanya masih bersifat lokal dan kedaerahan di sebabkan oleh :
o Masih menggantungkan kepada figur /tokoh tertentu dan kesaktiannya
o Belum terorganisasi
o Hanya sekedar menentang kesewenang-wenangan
4. Faktor Pendorong Pergerakan Nasional:
a. Faktor Intern:
o Ketidak puasan dan kebencian bangsa Indonesia akibat dari kekjaman, ketidak adilan dan penindasan.
o Pelaksanaan politik Etis yang menimbulkan golongan Yang sanggup mempelopori bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan secara Modern.
o Kesadaran Nasional yang menimbulkan hasrat untuk berjuang memperoleh kemerdekaan.
b. Faktor Ekstern
o Adanya pengaruh pergerakan kebangsaan 1885 di Inggris
o Kemenangan Jepang atas Rusia 1905, membuktikan bahwa bangsa Asia dapat mengalahkan bangsa Eropa yang dianggap negara Superior dan Super Power/ Adi Kuasa
o Munculnya KEMAL PASHA 1908 sebagai pimpinan gerakan Turki Muda dalam Revolusi Turki/ Perbaikan rakyat Turki
o Munculnya Revolusi Philipina melawan jajahan Spanyol
5. Fase Pergerakan Nasional :
o Fase Awal pergerakan : Jaman Pelopor 1906 ~ 1907
Perjalanan keliling pulau Jaw Dr Wahidin Sudirohusodo dengan tujuan mengadakan Dana Siswa ( Studie Fonds) Membantu para siswa yang kurang mampu tetapi memiliki kecerdasan pikir untuk Sekolah dengan cara menemui 2 kelompok cendikiawan / kaum terpelajar yaitu :
1. Kaum Tua : memberi tanggapan acuh takacuh.
2. Kaum Muda : Mau menerima dan menanggapi terutama Pemuda Sutomo dengan menyatakan diri sanggup untuk membantu merealisasikan cita-cita Dr Wahidin Sudirohusodo tersebut yang kemudian dibantu Suraji, Gunawan Mangun Kusumo mendirikan sebuah perkumpulan yang disebut sebagai Organisasi “BUDI UTOMO” dengan mengangkat Sutomo sebagai ketua terpilih dalam kesepakatan tanggal 20 Mei 1908.
o Fase Perintisan ; Jaman Perintis 1908 ~ 1927
Pada tanggal 20 Mei 1908 nmerupakan awal kebangkitan rakyat Indonesia dan berdiri banyak perkumpulan dan Organisasi yang bercorak nasionalis sebagai upaya merintis perjuangan dalam bentuk perkumpulan cabang para pemuda dengan upaya
1. Terlaksana Supah Pemuda
2. Mencapai Proklamasi
o Fase Penegasan ; Jaman Penegas 1927 ~ 1928
Dari berbagi perkumpulan yang menyatu pada fase perintis tersebut mencapai penegasan dan melaksanakan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. hal ini kemudian dianggap sebagai tonggak penegasan bangsa.

B BENTUK DAN STRATEGI ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
1. Pergerakan Budi Utomo
a. Berdiri : di Jakarta 20 Mei 1908
b. Pelopor: Dr Wahidin Sudirohusodo
c. Pendukung : Mahasisw Kedokteran STOVIA (Scool Tot Oplending Van Inlandsche Arsten) Sutomo Suradji, Gunawan Mangun Kusumo.
d. Ketua : Sutomo
e. Kedudukan : Sebagai organisasi penggerak nasional pertama yang diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai hari Kebangkitan Nasional Indonesia.
f. Usaha : Bidang Sosial Budaya, Pengajaran/ pendidikan dan persatuan dan Kesatuan bangsa
g. Pelaksanaan : Mengadakan Konggres I di Yogyakarta bulan oktober 1908 dengan hasil :
o Budi Utomo tidak bergerak dalam bidang Politik
o Kegiatan utama ditujukan dalam bidang ekonomi, Sosial, budaya dan Pengajaran/ Pendidikan.
o Wilayah gerakkan hanya Jawa dan Madura.
o Ketua Konggres RT. Tirto Kusumo ( Bupati Karanganyar saat itu ) dan wakilnya Dr Wahidin Sudirohusodo
h. Rumusan Tujuan Budi Utomo :
o Meningkatkan martabat melalui pengajaran dan pendidikan kebudayaan.
o Mempersatukan bangsa
o Mencapai Indonesia merdeka
i. Anggota : awal sejumlah 10.000 orang tetapi kemudian menurun disebabkan :
o Banyak anggota yang bukan Pegawai Negeri pindah ke SDI, Bagi Pegawai negeri banyak yang takut pada pemerintahan Belanda
o Ditolaknya usulan Dr Cipto Mangun Kusumo agar Budi Utomo memperluas wilayah dan bergerak dibidang politik, karena bila tidak bergerak dalam bidang politik tuntutan untuk merdeka tidak mungkin tercapai.
Keluarnya Dr Cipto Mangunkusumo mendirikan organisasi perjuangan yang Baru sehingga Budi Utomo semakin mengalami kemunduran dan terdesak oleh Organisasi/ perkumpulan yang lain.
Peleburan Budi Utomo pada tahun 1935 menjadi organisasi Politik bersama dengan Parindra,Sarikat Islam, Pemuda Sumatra, Pemuda Ambon, Serikat Celebes dan PBI .
2. Pergerakan Sarekat Islam
Sarikat Islam merupakan penjilmaan dari Sarikat Dagang Islam ( SDI ) yang berkembang pada 1909 ~ 1911 di Jakarta, Bogor atas prakarsa Tirto Adisuryo . SDI diubah nama dan syarat keanggotaannya di Solo pada 12 September 1912 oleh HOS Cokroaminoto dan H. Samanhudi.
a. Pendiri : KH. Samanhudi atas usulan RM. Tirti Adisuryo
b. Anggota: Para pedagang Indonesia yang beragama Islam
c. Kionggres I: di Surabaya 1912 dengan hasil :
o Mengubah Nama Menjadi Sarikat Islam secara Resmi dengan Ketua HOS. Tjokro Aminoto
o SI Bukan merupakan Organisasi kepartaian
o Tidak melawan Pemerintahan Belanda
d. Tujuan :
o Memajukan Perdagangan
o Memajukan kecerdasan rakyan dan peningkatan derajat bangsa.
o Hidup menurut perintah Agama ( Islam )
o Memberikan pertolongan kepada yang mengalami kesukaran ( semacam Usaha Koperasi ).
Hasil secara keanggotaan meningkat pesat meskipun tidak melawan Pemerintah belanda tetapi mendapat larangan dari pemerintah, sehingga tidak mendapatkan badan hukum. Karena meluasnya hingga ke daerah pedesaan dan berdiri sendiri-sendiri, maka kemudian dibentuk CIS ( Central Sarikat Islam ) dengan tujuan untuk :
1. Memajukan SI di daerah.
2. Agar gerak SI seirama
Dengan Kepesatan itu Belanda membuat tandingan dengan mendirikan ISDV ( Indisch Sosial Democratische Veriniging )
Tujuannya :
1. Menyebarkan dan mencari pengikut Marxisme
2. Memasukkan tokoh dalam SI ( Semau’un, dan Darsono )
3. Penyusupan lain untuk mempengaruhi anggota SI dengan memecah belah kefaham,an yang dianut.
4. Untuk mengubah diri dan ajaran menjadi Komunis dan PKI
Karena diketahui dalam tubuh organisasi SI satu orang menjabat dalam 2 organisasi, Maka pada tahun 1923 diadakan displin organisasi dengan ketentuan bagi anggota atau pengurus yang menjabat dalam 2 organisasi Untuk dapat melepas salah satu ( menentukan pilihan salah satu ).
SI pecah menjadi 2 dengan sebutan SI Merah dengan faham marxis / Komunis dan mengganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia ( PKI ) dan SI Putih berfaham Nasionalis .
Pada tahun 1923 SI menentukan 2 pendapat kepada Belanda yaitu :
1. SI akan meninggalkan kerja sama dengan Belanda ( Kooperatif )
2. SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam ( PSI ) yang kemudian pada th 1930 berubah menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII ).
Menjelang runtuhnya kekuasaan Belanda PSII pecah menjadi 3 organisasi yang masing –masing ingin mempertahankan keinginan berkuasas yaitu :
1. PSII di bawah pimpinan Abi Kusno
2. PSII dibawah komando Karto Suwiryo ( Benih DI / TII )
3. PSII dibawah pimpinan Sukiman .

Fase perkembangan PSII
1909 1912 1923 1930 1942

SDI SI PSI PSII PSII
PKI Sema’un,Muso
PSII Abi Kusno
PSII Sukiman

Pada tahun 1926 PKI di bubarkan oleh pemerintah belanda dan melancarkan pemberontakan di jawa dan madura. Kekalahannya menimbulkan dendam kepada pemerintah RI setelah tahun 1948 muncul kembali untuk mengambil alih pemerintahan di bawah pemimpin Sudjono

3. Pergerakan Indisch Partai
a. Berdiri pada tahun 1912 oleh Tiga Serangkai ( Dr Cipto Mangun Kusumo, Suwardi Suryaningrat, dan EFE. Douwes Dekker / Multatuli).
b. Sifat Gerakkan : Merupakan Partai politik Yang pertama dan Revolusioner.
c. Usaha Pergerakan :
o Mempersatukan Indonesia Belanda
o Menentang pemerintahan penjajah ( Belanda ).
o Mencapai Indonesia Merdeka secepatnya.
d. Tujuan :
o Menghidupkan rasa Kebangsasan.
o Mengadakan persiapan membentuk Tanah Air.
o Mencapai Indonesia Merdeka bersama-sama.
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan:
o Karena perkembangan yang pesat, dibubarkan oleh Belanda.
o Terbitnya buku “ ALS IKEENEDERLANDRCH WES “ KARANGAN Suwardi Suryaningrat.
o Pimpinan IP diculik dan di asingkan.
o IP dinyatakan sebagai partai terlarang.
o Banyak anggota yang dimasukkan ke INSULINDE ( Golongan orang indonesia yang merupakan keturunan bangsa Belanda Eropa yang ingin menetap di Indonesia.
o IP menyusun kekuatan baru dan menunggu tokoh-tokoh kembali dari perasingan.

4. Pergerakan Muhammadiyah:
a. Berdiri : 18 Nopember 1912 di Jogyakarta , oleh Kh.Ahmad Dahlan.
b. Sifat Gerakkan : Merupakan badan usaha sosial keagamaan.
c. Usaha Pergerakan:
o Mendirikan sekolah dengan pelajaran Agama dan Sosial
o Mendirikan poliklinik dan rumah sakit, serta panti Asuhan
d. Tujuan :
o Memajukan pengajaran berdasarkan ajaran Islam.
o Mem[perluas pengertian Ilmu Agama .
o Menaati Aturan Agama.
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan: mendapat prioritas dari Belanda karena tidak bersifat melawan pemerintahan.

5. Pergerakan Nahdatul Ulama
a. Berdiri : 31 Januari 1926 oleh Raisul Akbar Pemimpin Besar Kh. Hasyim Asy’ari
b. Sifat Gerakkan: Pada awalnya Bukan merupakan gerakan politik dan pemegang teguh ajaran Islam Ortodog.
c. Usaha Pergerakan:
o Wadah Umat Islam .
o Membicarakan masalah Agama.
o Mengajarkan Hukum-hukum Islam.
o Persatuan Umat lebih Kuat
o Pendekatan pada corak budaya Jawa.
o Mendirikan Pondok Pesantren Salafiah
o Kepemimpinan turun temurun dari Raisul akbar.
d. Tujuan ; Kedamaian Umat dan kedekatan pada sang pencipta di tanah jawa
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan:Perkembangan santri sangat pesat terutama di daerah Pesisir, Jawa Timur dan Madura.

6. Pergerakan Pemuda Pergerakan Wanita Indonesia
a. Berdiri : di Jakarta 1915 oleh Dr Satiman Wirjosandjojo
b. Nama dan Sifat Gerakkan : Trikoro Darmo ( Tiga Tujuan Utama berkembang menjadi Jong Java .
c. Usaha Pergerakan :
o Mengadakan Konggres I : 1926 ( menghasilkan Kepengurusan dan ketentuan keanggotaan.
o Mengadakan Kongres II tanggal 26 s.d. 28 Oktober 1928 yang menghasilkan :
1. Fusi organisasi Pemuda Indonesia ( Indonesia Muda )
2. Pelaksanaan Sumpah Pemuda
3. Perdengaran Pertama Lagu Indonesia Raya
4. Mengadakan pelatihan calon pemuka Nasional,
5. Sebagai perkumpulan Pemuda yang pertama dengan menarik masyarakat dalam pelestarian budaya Jawa.
o Tujuan : Mempertebal persaudaraan semua suku bangsa di Indonesia.
o Akibat Pelaksanaan Tujuan: Belanda timbul kecurigaan dan mewaspadai pergerakan Indonesia Muda.

7. Partai Komunis Indonesia
a. Berdiri : 1913 oleh SNEFLIET dengan faham sosialis Komunis bersama ISDV mengembangkan faham Marxisme , pernah juga menggunakan nama Partai Komunis Hindia ( PKH ) yang ditetapkan pada 23 mei 1920 namun pada Desember 1920 diubah menjadi PKI. Dengan pimpinan SEMA’UN
b. Sifat Gerakkan : Marxisme, komunisme
c. Usaha Pergerakan :
Tanggal 7 Oktober 1924 melaksanakan konggres pertama menetapkan:
o Sistem organisasi dan AD/ART PKI.
o Memimpin kaum proletar, buruh dan petani.
o Melawan kaum feodal, kaya dan bermodal
d. Tujuan :
o Membentuk pemerintahan yang komunis dengan lambang dan dasar pergerakan yang telah ditetapkan dalam AD/ART PKI.
o Membela dan memperjuangkan kaum lemah dan miskin.
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan:
o Kaum lain tidak simpatik karena tidak membedakan perjuangan dengan kekuasaan serta mencampur adukkan hukum pemerintah.
o Mengesampingkan ajaran ketuhanan.
o Mendapat penentangan dari berbagai golongan dan dibubarkan oleh SI, BU, Muhammadiyah, dan NU.
Karena pimpinan melarikan diri ke Rusia sedang anggotanya yang masih setia tetap melaksanakan ajaran tersebut secara diam-diam, setelah pimpinannya kembali dengan bekerja sama dengan tokoh dari rusia yang lain kemudian tahun 1948 mengadakan serangan terhadap Tentara Nasional .
f. Reaksi Pembubaran :
o PKI mundur dan menyusun kekuatan
o Memberontak pemerintah pada tahun 1948
o Mendirikan daerah kekuasaan sementara sebagai hasil pemberontakannya ( Aper Madiun, serangan Blitar )
o Banyak teror yang didalangi oleh Muso.
o Memfitnah dan mengadu Tentara Nasional
g. Penanggulangan :
o Jawa Timur dijadikan Daerah Istimewa dengan Gubernur militer Sungkono
o Pimpinan diserahkan kepada Nasution karena Panglima Sudirman menderita sakit.
o Dilakukan penumpasan PKI .

8. Taman Siswo :
a. Berdiri: tahun 1922 oleh KH. Dewantoro
b. Sifat Gerakkan: Peningkatan Pendidikan dan Pengajaran yang bersifat umum dan agamis .
c. Usaha Pergerakan: Mengutamakan pada pemuda, pelajar dan Maha siswa.serta masyarakat umum.
d. Tujuan:
o Mendidik anak menjadi putra Tanah Air yang setia dan bersemangat pada Nusa Bangsas.
o Menjunjung pada nilai Rohani di atas nilai jasmani dengan mengembangkan sistem pondok .
o Melestarikan konsepsi aliran budaya Pondok.
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan : banyak reaksi para pemuda dan maha siswa yang bergabung dalam kelompok ini.

9. Partai Nasional Indonesia ( PNI ).
a. Berdiri : tahun 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno, Mr. Sunaryo, dan Mr. Sartono
b. Sifat Gerakkan :
o Bergerak dalam bidang politik
o Terbuka untuk umum bagi orang Indonesia.
o Tidak mebedakan Suku, Agama, dan tingkatan Sosial.
c. Usaha Pergerakan:
o Berhasil dengan anggota yang sangat banyak .
o Membentuk PPPKI ( Perhimpunan Perhimpunan Partai Politik Kebangsaan Indonesia ) yang terdiri PNI, PSI, BU, Kaum Betawi, Kaum Pasundan .dll
d. Tujuan :
o Indonesia Merdeka
o Menentang Imperialisme dan Kolonialisme
o Menolak pemerintahan Belanda ( Non Kooperatif )
o Mencagah perselisihan antar organisasi yang merugikan perjuangan.
o Mengatur arah perjuangan untuk mempercepat cita-cita bersama.
e. Akibat Pelaksanaan Tujuan:
o Belanda takut terhadap perkembangan Partai
o Menangkap Para tokoh dan mengasingkan ke Suka Miskin
Dengan pengasingan pemimpin PNI tersebut kemudian PNI membubarkan diri dan mendirikan PNI baru ( Pendidiklan Nasional Indonesia ). Ketika Sukarno kembali dari pengasingan partai. Partai yang masih hidup dan ada , disatukan kembali , tetapi usaha ini tedak berhasil.
Semua tokoh ditangkapi oleh belanda lagi dan diasingkan lagi. Para pengikut yang masih setia kem,udian melebur diri menjadi Gerindo ( Gerakan Indonesia Raya ) tahun 1937; dengan anggota Pendiri :
1. Mr. Sartono 3. Amir Syarifudin 5. Dr.AK Gani
2. Mr. Sanusi 4. Moh Yamin

10. Kelompok Gerakan Pendudkung :
o Gerakan Wanita Indonesia
o Perserikatan Perempuan Indonesia
o Perkumpulan Kaum Buruh dll.

C. ASAS PERHIMPUNAN INDONESIA SEBAGAI MANIFESTASI POLITIK PERGERAKAN NASIONAL
1. Akibat Berakhirnya Perang Dunia I
Menonjolnya perasaan kolonialisme dan imperialisme di Asia dan Afrika
2. Pelaku taktik Non Ko-operatif
a. Kematangan partai politik
b. Kematangan berjuang
c. Meninggalkan sikap moderat.
d. Timbul sikap ko-operatif dari pihak partai
e. Menolak kerja sama dengan koloni.
f. Memperkokoh persatuan Nasional , memajukan sikap nasionalis, pendidikan, dan kegiatan sosial serta kesejahteraan rakyat.
g. Menolak dewan bentukan belanda
3. Penyebab Radikalisasi Menjadi Kuat th 1921
a. Sarekat Islam
b. Perhimpunan Indonesia
c. Partai Nasional Indonesia
d. Partai Komunis Indonesia

D. PERBANDINGAN GAGASAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SERTA AKTIFITAS ORGANISASI-ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

1. PPPKI( Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) Berdiri pada 17 Desember 1927 dengan anggota :
a. PNI : Soekarno, Mr Iskhaq
b. Algemeene Study Club : Mr Sartono, Mr. Budiarto, Dr Samsi ( anggota PNI ).
c. PSI : Dr. Sukiman, Syahbudin Latief
d. Budi Utomo : Kusumo Utoyo, Sutopo Wonoboyo
e. Pasundan : Oto Subrata, Bakri Suryoatmodjo, S.Sanjoyo
f. Sarikat Sumatra : Parada Harahab, Dahlan Abdulloh.
g. Kaum Betawi: Thamrin
h. ISC ( Indische Studie Club ) : Sodjono Gondokusumo, Sundjoto
Tujuan Untuk mencapai :
a. Kesamaan aksi kebangsaan : memperbaiki organisasi dan kerja sama anggota.
b. Menghindarkan perselisihan sesama anggota.
c. Keputusan mufakat sebagai pengikat partai.
d. Beranggotakan semua organisasi yang bersifat kebangsaan bersifat umum dan didirikan Untuk jangka waktu yang lama.

2. Konggres Pemuda :
A. Jong Java
1. Konggres ke III th 1921 di Solo dan Ke IV di Bandung
2. Isi : Semi politik . Penetapan cita-cita Jawa Raya dengan pengembangan persatuan antar golongan.
3. Konggres ke V pada bulan Mei 1922 di Solo.
4. Mengadakan Kongres Luar Biasa pada bulan Desember 1922 dengan tujuan :
a. Mengadakan hubungan antara murid-murid Sekolah Menengah.
b. Mempertinggi perasaan untuk kebudayaan sendiri
c. Menambah pengetahuan umum anggota
d. Olah Raga
5. Bahasan : Tentang acara sosial
Pengubahan tujuan pada konggres Jong Java di Solo pada 27 s.d. 31 Desember 1926 menjadi :
a. Berusaha memajukan persatuan para anggota.
b. Berusaha mengadakan kerja sama dengan perkumpulan dan organisasi lain.
c. Menyebarkankan dan memperkuat faham Indonesia bersatu
d. Mengangkat tokoh RT Wongsonegoro, RT Djaksodipuro

B. Pemuda Indonesia( 1927 )
1. Saat berdiri dengan nama Jong Indonesia dan kemudian diubah saat Konggres menjadi Pemuda Indonesia serta penetapan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga.
2. Tujuan : Menyebarkan faham Kebangsaan Indonesia Bersatu.
3. Usaha : Mengadakan kerja sama dengan perkumpulan pemuda lain.
4. Pada Konggres Pemuda II 24 s.d. 28 Desember 1928 di Jakarta memutuskan Fusi dengan PPPI

C. PPPI ( Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia ):
o Dimulai tahun 1925 dan baru tahun 1926 diresmikan
o Anggota Mahasiswa dan pemuda di Bandung dan Jakarta
o Asas : Bertentangan dengan Koloni.
o Cita-cita : Berjuang untuk kemerdekaan. ( Indonesia Raya Merdeka )
D. Jong Islamic Bon:
Berdiri sebagai penerus kegagalan Jong Java :
1. Jong Java mencabut larangannya dan ikut dalam gerakan politik
2. Ketua R. Sam mantan Jong Java dan Penasehatnya H. Agus Salim
3. Dasar Agama Islam
4. Tujuan :
a. Memajukan Umat Islam dan meninggalkan sikap nasionalis (Netral.)
b. Hidup secara Islam
c. Persatuan dalam Islam
d. Tidak mencampuri urusan politik

E. Pendidikan Kepanduan:
1. Didirikan oleh PKI karena PKI tidak masusuk pada perkumpulan pemuda lain sehingga kekurangan pemuda.
2. Anggota adalah Anggota SI Merah
3. Akibat : Timbul tandingan dari perkumpulan yang Lain
a. Sarekat Islam ( Afdeling / SIAP )
b. Muhammadiyah ( Hizbul Waton )
c. Budi Utomo ( National padverij )
d. Jong Java ( Jong Java Vedrinderij )
e. Jong Islamic Bond ( National Islamitische Pedvinderij/Natipi )
f. Pemuda Indonesia ( Indonische Padvinderi Organisatie/ Inpo )
g. Jong Sumatra ( Pandu Pemuda Sumatra / PPS / Kepanduan Bangsa Indonesia).

3. Parindra:
o Berdiri :24 – 26./12/1935.konggres.
o Tujuan : Indonesia Raya
o Upaya :
1. Memperkokoh semangat persatuan kebangsaan Indonesia.
2. Menjalankan aksi politik sampai hak – haknya lenkap dalam demokrasi dan nasionalisme.
3. Memajukan perikehidupan rakyat dalam ekonomi dan sosial.
4. Ketua Dr.Sutomo. di Surabaya.
5. Mosi yang digarap :
a. Hak sewa tanah.
b. Hak pendidikan di Indonesia.
c. Menerima fusi lain hingga 53 cabang dan 225 anggota.
d. Mengadakan konggres.I pada tgl 15 – 18 mei 1937. memutuskan:
1. Parindra bukan bersifat kooperatif,tetapi Dewan Perwakilan mau mencampuri artinya Dewan yang masih duduk bertindak selaku wakil rakyat / partai.
2. Bahwa parindra akan berusaha mempunyai wakil – wakil sebanyak – banyaknya. Dalam dewan.
3. perselisihan anggota dari sidang istimewa partai maka anggota harus keluar,di pecat / menarik dirinya.
4. Keluar 2 mosi : 1.Pendidikan pelayaran.dan 2. Menambah rukun tani.
5. Sasaran pencapaian: Indonesia Mulia
6. Konggres II : 24 – 27/12/1938.Di Bandung.
7. Agenda : Mengganti Dr.Sutomo oleh : KR M.H.Wurjo ningrat
8. Keputusan lain :
a. Memperkecil jumlah pengangguran
b. Upah kaum buruh, yang rendah dan Asuransi pengangguran.
c. Kolonialisasi : Memperkuat ekonomi penduduk bukan pemindah kemiskinan.
d. Perbaikan justisi oleh Gubernermen sendiri.

4. Majelis Islam A’la Indonesia
o Latar belakang : Anjuran dari pimpinan Muhamadiah dan NU.
o Usaha : Mengadakan konggres Al – islam ke 11
o Penyebab : Tulisan N. Siti Sumandari. Tentang Islam yang dianggap sangat menghina Agama Islam.
o Tuntutan : Agar pemerintah menetapkan tegas dari hal itu.
o Agar pemerintah dalam penyelesaian urusan waris di serahkan pada Road agama,(diambil dari Landraad )
Konggres 12 Pada Mei 1939.di solo dengan hasil :
1. Penegasan kembali hasil konggres II.
2. Propaganda di serahkan pada Muhamadiah + NU.dan tidak menggabungkan diri dari kongres.
3. Agar pemerintah mencabut pasal 177 Indische Sraatsregeling.
4. Jong Islamic Bond .wajib berhubungan dengan organisasi – organisasi pemuda islam. Lainya untuk membetuk satu badan persatuan antar perkumpulan.
5. Pendirian pertama departemen urusan luar negri selain sekretariat yang telah ada.

5. GAPI
o Tujuan : Menyatukan semua pantai politi Indonesia Raya untuk mencapai cita – cita bangsa.
o Dasar : Hak mengatur diri sendiri dengan sandi demokrasi politik Indonesia.
o Pengurus : Sekretariat, PPPKI, Majelis Pertimbangan.
o Anggota : Parindra, Gerindo, Pasundanan, Persatuan Munahasa, PSII, PII & PPPKI.
o Sekretaris Pertama : Abi kusno dari PSII,( penulis imum tamrin,dari Parindra,(Bendahara) dan Syarifudin dari Gerindo Pembantu penulis .
o Konperensi GAPI. 19 – 20 /9/1939.
o Hasil keputusan :
1. Perlunya parlemen yang anggotanya di pilih oleh rakyat pemerintah bertanggung jawab pada parlemen.
2. Jika di penuha GAPI akan menyokong pada beranda bersama – sama masyarakat.
3. Tindakan GAPI tidak sendirian – sendirian tetapi dalam ikatan GAPI.
Pada konggres berikutnya 23 – 25 / 12 / 1939, menghasilkan agenda acara utama : Indonesia Berparlemen .

E. PERGERAKAN NASIONAL PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG
1. Latar Belakang :
o Adanya perpecahan umat beragama antara kaum muda dan kaum tua yang menimbulkan perpecahan masarakat dan status sosial mereka.
o Pendudukan tindia Belanda
o Timbul petisi Sutardjo,isi : Menuntut diadakan pemerintahan yang berwibawa.
o Dibentuknya komisi visma, ( Penyelidik Kehendak Rekyat Indonesia berakir gagal).
o Jepang mendarat ( maret 1942 ).
o Jepang menyerah pada dai nipon.
o Larangan Jepang tentang kegiaan rapat politik 20 – maret 42.
o Jepang membubarkan semua perkumpulan 15,juli,42 membubarkan kesempatan berdirinya perkumpulan sosial, OR, dan kesenian.
o 13 juli 42 jepang menghidupkan kembali MII / Majelis islam indonesia.- 24 – 10 – 1943 Berganti nama Masyumi ( Majelis suro muslim Indonesia ).
o Jepang mempropagandakan gerakan yang sesuai kehendaknya.
2. Gerakan Tiga A
o Pemimpin : Mr.Syamsudin + Pemuda asia raya di pimpini Sukarjo Wiryo Pranoto – tidak mendapatkan sambutanrakyat, Rakyat mengambil jalan :
1. Illegal : Mau kerjasama dengan Jepang – Sukarno,Hatta.
2. Illegal Bawah Tanah : Tidak mau bekerja sama. Pemimpin Amin Syarifudin dan Sutan Syakrir..
3. Mendirikan Putera,( Pusat tenaga Rakyat ),Sukarno – Hatta,KHDewantoro,Mas Mansyur., Kota Jepang Pemuda Menteng 31.Dipimpin :Sukarni + Chaerul Saleh.
4. Jepang membubarkan lagi semua perkumpulan dan mengganti dengan : Hookokai ( Perhimpunan Kebaktian Rakyat ) Fujinkay : Syai nendan =14 -25 Th dan Kai bodan = 25 Th. Sebagai alat perang dari jepang.
Tujuan Utama
o Mendidik rakyat agar bisa perang
o Persiapan perang pada Asia Timur Raya
o Sebagai barisan depan – Para petani dsb
o Mementuk Harto dan Romusa : Barisan Pekerja
o Membentuk Peta ( Pembela Tanah air )
Usaha rakyat Indonesia :
Pada 7 – 9 – 44 . – Membentuk BPUPKI : di lantik 28 – 5 – 45
BPUPKI bertugas merancang UU : 60 Orang
o Ketu Dr Rajiman Widyodinengrat.
o Akibatnya Jepang semakin runtuh .
o Presidangan 2 kali yaitu :
1. Pada tanggal 29,5 – 1 juni
2. Pada tanggal 10 Juli – 16 Juli 45
Membahas dasar negara.
o Pengibaran Merah Putih di perbolihkan di sebelah Bendera Jepang
o 6 – 8 Jatuh bom atom di Herosima dari (AS)
o 9 – 8 Jatuh bom atom di Nagasaki dari (sekutu)
o Pada saat itu pula di bentuk PPKI di setujui oleh Terauci (Panglima Tertinggi Angkatan Perang Jepang ) 15 Agusus Jepang menyerah tanpa sarat pada sekutu dan janji Jepang lenyap).

F. DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG DALAM BEBERAPA ASPEK
1. Politik :
o Perkembangan politik menjadi beku masa ini , karena banyak larangan timbulnya partai politik di indonesia.
o Adanya pengekangan Nasionalisme sebagai pembebasan islam anti barat. Sedang yang mendapat kebebasan MIAI malah dibubarkan dengan berganti nma Masyumi

2. Ekonomi :
o Pengurasan perekonomian rakyat
o Monopoli perdagangan jepang
o Monopoli hasil panen 40% ke Nagyo Kumiai/ Koperasi Jepang dan 30 % pada lumbung bibit sisanya untuk pekerja
o Penggunaan pekerja tanpa upah ( Romusa )
3. Mobilitas Sosial:
o Mengadakan perundingan –perundingan
o Misalnya Perundingan Kali Jati : 8 Maret 1942 dengan isi perundingan :
o Penyerahan tanpa sarat seluruh angkatan perangan serikat di Indonesia
o Dihadiri penguasa tinggi Hindia Belanda ( TJARDA VAN STARTENBORG STOCHOUWER ).
o Pernyataan pengakhiran kekuasaan Belanda dan sebagai mula kekuasaan baru dari Jepang. Dengan cara membagi kekuasaan menjadi 3 pemerintahan militer. Yaitu :
1. Tentara keenam belas ( AD ) memerintah Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta ( Batavia )
2. Tentara ke Dua puluh Lima ( memerintah di Sumatra dengan pusat pemerintahan di Bukit Tinggi )
3. Armada Selatan ke Dua ( Memerintah di Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Irian Barat dengan Pusat pemerintahan di Ujung Pandang ).
o Pemerintahan tersebut dipimpin oleh satu kepala stap Tentara ( Gunseikun ), sedang pejabatnya adalah orang Indonesia sebagai tenaga Jepang.

G. AKTIFITAS PERJUANGAN DALAM PERSIAPAN MENCAPAI KEMERDEKAAN
1. Perjuangan Melawan Jepang
o Daerah Aceh :
Ketika Jepang menyerang Lok Seumawe hingga 3 kali karena yang pertama gagal di hadapi oleh pasukan Tengku Abdul Jalil 10 November 1942 , kemudian Jepang membakar Masjid saat Tengku Abdul Jalil menunaikan solat ditembak dan gugur.
Tokoh lain yang menentang ajaran Jepang (dengan membungkukkan badan sebagai penghormatan kaisar) oleh KH Karim Amrulloh ( Ayah Dr.Hamka ) dianggap sebagai Kemusrikan. Sedang KH Zainal Musthofa menolak adanya kerja paksa jepang dengan mengajarkan Pencak silat di Suka Manah.
Pada 25 Pebruari 1944 mulai meletus perlawanan hingga di Jawa barat namun pada saat sehabis Jum’atan Zainal Musthofa ditangkap dan diadili dengan mendapat hukuman mati , dimakamkan di Aceh

o Daerah Indramayu
Pada tanggal 10 Nopember 1944 Prajurit tangguh Giyugun pimpinan Teuku Hamid dari Aceh tertangkap karena kelicikan Jepang dengan siasat Tipu muslihat ( Bila Giugun tidak menyerah maka semua keluarga akan dibunuh ).

o Daerah Blitar
Dibawah pimpinan Daidanco Surahman dan batalyon Sudanco Supriyadi dalam gabungan pasukan dengan memberikan nama Pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) melancarkan serangan terhadap pasukan Jepang. Namun serangan ini gagal dan kedua pimpinan tersebut ditembak mati oleh Jepang

2. Pembentukan BPUPKI /DJC ( Dakuritsu Junbi Cosakai)
o Dasar: Janji PM Jepang TojoKaiso pada 9 September 1944 yang menyatakan akan memberikan kemerdekaan di kelak kemudian -
hari kepada bangsa Indonesia
o Tujuan: menarik dukungan rakyat kepada jepang dan mempelajari hal penting yang berkaitan dengan masalah tata pemerintahan Indonesia.
o Pelaksanaan: pada tanggal 1 Maret 1945 Letjen KUMAKICI HARADA mengumumkan telah terbentuknya DJC/BPUPKIyang kemudian pada tanggal 1 April 1945 diangkat dan diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945.
o Hasil: menyusun Pengurus BPUPKI yaitu
1. Ketua : Dr. KRT Rajiman Wedyodiningrat
2. Ketua Muda : RP. Soeroso
3. Ketua Muda : Icibangase Yosio ( dari Pemerintah Jepang )
4. Sekretaris RP. Soeroso yang kemudian diganti Oleh AG. Pringgodigdo
5. Anggota : sebanyak 60 orangIndonesia dan 7 orang Jepang
6. Mengadakan sidang 2 kali yaitu :

 SIDANG I:
 Pada tanggal 29 mei s.d. 1 Juni 1945
 Perumusan Dasar Palsafah Negara Indonesia oleh 3 tokoh yaitu :
a. Mr. M. Yamin ( 29 Mei 1945 ) dengan rumusan lima Dasar Negara :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
b. Prof. Dr. Supomo ( 31 Mei 1945 ) dengan mengusulkan Lima Dasar Negara Indonesia Merdeka yaitu:
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Mufakat dan Demokrasi
4. Musyawarah
5. Keadilan Sosial
c. Ir. Soekarno ( 1 Juni 1945 ) Mengusulkan lima dasar negara Indonesia Merdeka dengan nama Pancasila dengan teori perasaan adalah :
1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
d. Dari hasil persidangan tersebut terbentuk Panitia sembilan ( Ir. Soekarno, Drs. Moh.Hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr, Ahmad Subarjo, Mr, A.A.Maramis, Abdul Kahar Muzakar, Wacfid Hasiyim, H. Agus Salim, dan Abi Kusno Tjokrosuyoso) yang memerumuskan dokumen yang beisikan azas dan tujuan negara Indonesia Merdeka yang dikenal sebagai Piagam Jakarta dengan isi sebagai berikut:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariaat syariat Islam bagi para pemeluknya.
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijak- sanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 SIDANG II: 10 s.d. 16 Juli 1945.
o Hasil sidang Membentuk 3 panitia :
1. Panitia Perancang Undang-Undang ketua Ir. Soekarno
2. Panitia Pembela Tanah Air Ketua Abi Kusno
3. Panitia Keuangan dan perekonomian ketua Dr.Muh Hatta
3. Pembentukan PPKI/DJL ( Dakoritsu Junbi Linkai )
o Latar Belakang :
 Dibubarkannya BPUPKI pada 7 Agustus 1945
o Pelaksanaan:
 Tanggal 9 Agustus 1945 .
 Dipanggilnya tokoh Nasionalisme Ir. Sukarno, Moh Hatta, Dr. Radjiman.W, oleh Marsekal Darat Terauci ke Dalat ( Vietnam Selatan ) untuk menerima keputusan Jepang Memberikan Kemerdekaan dan agar membentuk PPKI
o Tujuan :
 Indonesia Merdeka
o Hasil : kronologis beruntun :
1. Tanggal 14 Agustus Perutusan kembali dari Dalat ke Jakarta
2. Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah pada Sekutu
3. Tanggal 17 Agustus 1945 Pelaksanaan Proklamasi
4. Tanggal 18 Agustus 1945 Melaksanakan Sidang dengan Hasil
a. Menghesahkan RUUD
b. Memilih Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Moh Hatta sebagai Wakilnya
c. Membentuk komite nasional untik membentu presiden sebelum MPR terbentuk.
5. Tanggal 19 Agustus 1945 Presiden memanggil anggota PPKI untuk :
a. Komite Nasional Indonesia Pusat ( KNIP )
b. Merancang pembentukan 12 parlemen dan penunjukan para menteri
c. Menetapkan pembagian wilayah RI menjadi 8 Provinsi yaitu
1). Sumatra
2). Jawa Barat
3). Jawa Tengah
4). Jawa Timur 5). Sunda Kecil ( Nus Tengg)
6). Kalimantan
7). Sulawesi
8). Maluku dan Irian Barat

BAB IV
MAKNA PROKLAMASI BAGI BANGSA INDONESIA

A. Peristiwa Sekitar Proklamasi
1. Peristiwa Rengas Dengklok dan pegangsaan timur Jakarta
o Ketika penyerahan Jepang kepada Sekutu diketahui oleh para pemuda kemudian menuntut agar Soekarno dan Moh Hatta segera memproklamasikan di hadapan rakyat banyak sebagai pengumuman kemerdekaan.
o Para kaum tua memandang tidak begitu penting hal itu, yang terpenting bagaimana menghadapi sekutu .
o Pelaksanaan Proklamasi akan dibacakan pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI.
o Karena PPKI bentukan Jepang, maka golongan muda banyak tidak setuju yang didukung oleh Sutan Syahrir dari golongan tua.
o Mengadakan rapat 15 Agustus 1945 di pegangsaan timur 13 jakarta di ruang Bacteriologi yang diketuai oleh Chairul Saleh
o Hasil : para pemuda dan maha siswa mendesak Sukarno dan Hatta untuk segera mengumumkan .
o Wikana dan Darwis sebagai perutusan kaum muda menyampaikan keinginan hasil rapat tanggal 15 Agustus 1945
o Sukarno dan Hatta tudak menyetujui
o Golongan pemuda memutuskan untuk mengamankan Sukarno Hatta ke luar kota Jakarta
o Pada tanggal 16 Agustus 1945 3 orang utusan pemuda ( Sukarni, Jusuf Kunto dan Syodanco Singgih) membawa Sukarno dan Hatta ke Rengas Dengklok .
o Disusul Oleh Ahmad Subarjo dari golongan tua dan mengadakan perundingan dengan hasil : Jaminan Keselamatan Sukarno dan Hatta dan Pelaksanaan Proklamasi Pada esok harinya ( 17 Agustus 1945 ).
o Pertemuan Pemuda dan kaum tua di Rumah Laksamana Muda Maeda dengan agenda membicarakan perihal Tgeks Proklamasi bersama juga pimpinan PPKI
o Perumusan disusun Oleh Sukarno dan Moh. Hatta yang disaksikan oleh Sayuti Melik , Sukarni, BM.Dia dan Sudiro
o Perdebatan terjadi ketika siapa yang harus menandatangani naskah tersebut ( PPKI/ Atasnama Bangsa Indonesia )
o Atas usul Sukarni dan kesanggupan mengetik oleh Sayuti Melik naskah ditanda tangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

2. Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia :
o Persiapan di kediaman Soekarno , Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta
o Rakyat yang hadir sekitar 1000 orang
o Jam 10 kurang 5 menit Hatta hadir dan Masuk rumah kediaman Ir Sukarno.
o Jam 10.00 WIB keduanya keluar memulai acara dan membacakan teks Proklamasi yang sudah disiapkan
o Pengibaran Sang Dwi Warna Merah Putih bendera Pusaka oleh Suhud dan Eks Sudanco Latief Hendraningrat .
o Penutupan Upacara dengan diakhiri menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh WR. Supratman Dkk

3. Makna Proklamasi dan Sambutan Rakyat Indonesia
a. Makna Proklamasi :
1. Sebagai pernyataan autentik rakyat untuk merdeka
2. Sebagai pernyataan tegas membeaskan diri dari penjajah.
3. Sebagai perwujudan babak baru perjuangan .
4. Sebagai seruan legal ( hukum )/ resmi
5. Cermin kemandirian dan penentu jalan kehidupan

b. Usaha Perwujudan Pemerintahan:
1. Pengangkatan 8 orang gubernur di wilayah:
o Sumatra
o Kalimantan
o Maluku
o Jawa Tengah o Sulawesi
o Jawa Barat
o Jawa Timur
o Sunda Kecil

2. Memberikan tugas sebagai pelaksana pemerintahan dfi wilayah tersebuut.
3. Membentuk BKR sebagai upaya merebut persenjataan Jepang
4. Mengadakan rapat raksasadi lapangan Gambirsebagai penegasan Proklamasi ( Kegagalan rapat karena dilarang oleh Jepang dan atas perintah Soekarno.
5. Usaha melenyapkan kekuasaan Jepang sebelum pendudukan Sekutudi Jawa dan Sumatra walaupun tujuan sekutu untuk melucuti tentara Jepang.
6. Menegakkan kedaulatan Belanda atas Indonesia sesui pengakuan PBB.

c. Kondisi Kehidupan Politik Indonesia Paska Kemerdekaan
o Timbul infiltrasi dan berbagai rong-rongan yang dipicu oleh kekuasaan sekutu atas perekonomian dan sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih lemah .
o Ketidak berdayaan mengantisipasi pendaratan pasukan sekutu yang secara mendadak
o Pemerintahan semakin rumit karena usaha pelaksana pemerintahan yang menghendaki berkuasa atas pemerintahan darurat.
o Banyak usaha untuk mengadakan perundingan yang tidak dapat disepakati oleh penguasa pemerintahan.


1. Timbul Siasat Infiltrasi
Artinya : Merebut sedikit demi sedikit kekuasaan Indonesia oleh sekutu dipimpin oleh Mac. Arthur
Daerah yang direncanakan:
- Irian - Maluku - Kalimantan
- Biak - Tarakan - Sulawesi Utara
Diduduki oleh Tentara Australia yang dibantu alih sebagian kecil pasukan Belanda. Bernama NICA (Netherlanders Indies Civil Administration) diserahkan kepada Belanda oleh Australia.
2. Di Pulau Jawa dan Sumatera juga dilakukan hal yang serupa oleh Inggris
• Jenderal Christison tentaranya mendarat di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung.
• Mereka berjanji tidak akan mencampuri urusan politik ternyata tipu daya belaka.
3. Divisi 7 Desember tentara Belanda
• Sri Ratu Wilhelmina menjanjikan 7 Desember 1942 dengan paksa.
4. Dr. H.J Van Mook membentuk suatu negara Indonesia Timur
• Berdasar konferensi Malino di Denpasar. Berusaha mempertahankan untuk tetap di Indonesia.
• Sukowati sebagai presiden Negara Indonesia Timur.
5. Gubernur RI di Sulawesi tokoh Nasionalisme Dr. GSSJ Ratu Langi disingkirkan ke Irian.
6. Kekuasan Indonesia semakin dikecilkan dengan negara bentukan (Negara Boneka)
Yaitu Kalimantan Timur, Jawa Timur, Pasundan, Negara Sumatera Timur dan Sumatera Selatan.
7. Perundingan Diplomatik Indonesia – Belanda (KTN)
• Wakil Inggris : Sir Archibold Clark Kerr sebagai perantara
• Wakil Indonesia : Syahrir
• Wakil Belanda : Van Mook
• Karena tuntutan Belanda tidak terpenuhi perundingan gagal.
• Mengirim 3 komisaris Jenderal untuk penyelesaian persengkataan Indonesia – Belanda yaitu Schermerhorn, Van Pol dan De Boer
8. Perundingan Linggar jati di Cirebon Jawa Barat
Kabinet Syahrir melawan Lord Kilearn
Hasil-hasilnya:
a. Persetujuan tercapai
b. Belanda mengingkari dengan pembentukan badan kepolisian untuk bersama.
c. Ditolak kabinet Amir Syarifudin
 “Bahwa kedaulatan Rakyat Belanda dalam bentuk apapun harus ditolak”
 Timbul Clash I
Akibat
Terjadi Clash I yaitu tanggal 21 Juli 1947
o Jendral Spoor merebut kota-kota besar
o Indonesia menguasai kantong-kantong pedalaman
o Timbul siasat bumi hangus, mengacau siasat ekonomi Belanda.
9. India mendesak PBB agar pemberhentian perang.
• PBB MENGIRIM KTN (KOMISI TIGA NEGARA) DAN DIBERI NAMA UNCI (UNITED NATIONS FOR INDONESIA).
• Amerika Serikat : Frank Graham diganti oleh Merle Cochron
10. Perundingan Renville pada tanggal 17 Januari 1948
ISINYA:
a. Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia, sampai kedaulatan diserahkan kepada RIS yang segera harus dibentuk.
b. Sebelum RIS diduduki Belanda dapat menyerahkan sebagian dari kekuasaannya kepada Pemerintahan Federal Sementara.
c. RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat akan menjadi peserta yang sederajat dengan kerajaan Belanda dalam unit Indonesia Belanda, Raja Belanda sebagai kepala unit.
d. RI akan merupakan negara bagian dari RIS
e. Minimal 6 bulan sampai 1 tahun agar diadakan pemilu untuk membentuk Dewan Konstitusi RIS.
Sementara itu RI tetap konsisten dengan ketentuan KTN
1. Hak atas tentara
2. Hubungan luar negeri
3. Keuangan sendiri
• Sebelum RIS dibentuk yang diketahui Australia, Belgia, Amerika Serikat
11. Timbul Kesukaran Dalam Perjanjian Renville
Belanda (Federal)
• Pemerintahan harus dipimpin oleh wakil tinggi Mahkota Belanda

• Penghapusan hubungan luar negeri Republik Indonesia
• Pemerintah Federal harus bersifat Nasionalisme terdiri dari orang-orang Indonesia
• Mempertahankan hubungan luar negeri

12. Menumpas pemberontakan di Madiun
• Tahun 1948 Musa dan Suripno datang dari Eropa
a. Mempengaruhi Mr. Amir Syarifudin (Mantan PM)
b. Menggabungkan diri dengan PKI
c. Menuduh pemerintah berpolitik memihak Belanda.
• Pada tanggal 22 Agustus 1948 Musa memimpin Rapat Umum.
Keputusan Rapat : Perundingan Belanda harus dihentikan.
• Pada tanggal 18 September 1948 Musa dan PKI melakukan Coup yaitu perebutan kekuasaan dimulai dari Madiun dan Surakarta.
• Terjadi perang Saudara (penganiayaan dan sebagainya)
• Datang devisi Siliwangi merebut daerah Madiun dan sekitarnya.
• Tanggal 31 Oktober 1948 Musa terbunuh peristiwa berakhir.
• Kelemahan akibat perang saudara menguntungkan Belanda.
13. Agresi Militer II
• Pada tanggal 18 Desember 1948
• Presiden Soekarno Hatta diasingkan ke Bangka dan Sumatera Utara.
• Yogyakarta diduduki Belanda (PusatRI dikusai)
• Para telah memperhitungkan – maka membentuk PDRI (Pemerintah Darurat RI) di Sumatera Barat.
• Pemimpin PDRI adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara.
Akibat Agresi Militer Belanda II
 Simpatik negara luar dan PBB
 PBB mengadakan tindakan
 Tanggal 23 Januari 1949 Konferensi 19 negara Asia di New Delhi
Isi keputusannya:
a. Pimpinan RI yang ditahan Belanda harus dilepaskan.
b. Tentara Belanda harus ditarik dari Yogyakarta.
Pada tanggal 28 Januari 1949 mengeluarkan tiga keputusan :
1. Penghentian Operasi Militer Belanda
2. Pembesar Belanda dikembalikan
3. Pembesar RI harus dikembalikan ke Yogyakarta.
14. Pemerintah Darurat RI
a. Mr. Syarifudin Prawiranegara sebagai pemimpin.
b. Lokasi di Sumatera Barat
c. Semangat perjuang semakin bertambah
Jenderal Sudriman menyingkir dari Yogya ke pedalaman
• Menentukan perang Gerilya, mengincar kota penting dan jalur lalu lintas serdadu dan mesiu / perlengkapan lain.
• Melakukan penyamaran sebagai penduduk biasa.
• Kedudukan Belanda semakin terdesak.
• Belanda terdesak.
15. Perjanjian Room Royen
• Terjadi pada tanggal 14 April 1949.
• Adanya Reaksi Agresi Belanda II
• Dari Dalam Negeri : kabinet Pasundan dan NTT meletakkan jabatan.
• Dari Luar Negeri : mengadakan Konferensi 19 negara di New Delhi antara delegasi Belanda dan Indonesia
• Pemimpin UNCI (United Nation Comitions for Indonesia yang merupakan perubahan dari KTN.
• Delegasi Indonesia adalah Mr. Muhammad dan delegasi dari Belanda adalah Dr. Van Royen.
• Tercapainya persetujuan yaitu pada tanggal 7 Mei 1949 yang isinya:
1. Pernyataan delegasi RI
a. Menghentikan perang gerilya.
b. Bekerjasama dalam memulihkan keamanan.
2. Pernyataan delegasi Belanda
a. Menyetujui RI ke Yogyakarta.
b. Penghentian operasi militer dan membebaskan para pemimpin RI dan segera mengadakan KMB.
16. Konferensi Antar Indonesia (KAI)
• Diadakan menjelang KMB pada tanggal 19 – 22 Juli 1949 di Yogyakarta
• Tanggal 31 Juli sampai 2 Agustus 1949 di Jakarta
• Pengikut wakil RI dan negara – negara bagian yang dibentuk oleh Van Mook.
Keputusan KAI
1. Negara Indonesia Serikat \ akan dinamakan RIS
2. Bendera kebangsaan adalah Sang Merah Putih.
3. Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.
4. Bahasa Nasional adalah Bahasa Indonesia.
5. Hari Nasional adalah tanggal 17 Agustus.
Sedang anggota KAI memilih Bung Karno sebagai Presiden RI

d. Peranan PBB Pada Masa Kemerdekaan
• Rumusan tujuan yang akan dicapai Bangsa Indonesia sesuai UUD 1945, antara lain:
 Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
 Dasar Idiil politik luar negeri kita sesuai Pancasila.
 Mengambil dasar dari tujuan PBB maka mengambil sikap untuk membantu NKRI.
• Tujuan PBB adalah menegakkan perdamaian dunia meliputi bidang EPOLSOKBUD dan HAM
• Sumbangan PBB
 Ikut menyelesaikan secara damai pertikaian Indonesia dan Belanda.
 Membawa masalah negara RI ke sidang PBB, walaupun Negara RI belum masuk menadi anggotanya.
Peristiwa penting ikut sertanya PBB
1. Pembentukan Komisi Tiga Negara (KTN)
Yaitu Amerika Serikat, Australia, dan Belgia
 Tujuannya untuk memperoleh bahan-bahan yang lebih banyak tentang keinginan pihak kita dalam perjuangan kemerdekaan.
 Lahir perjanjian Renvil pada tanggal 17 Januari 1948.
2. Pembentukan UNCI (United Nations Comision for Indonsia)
 Sebagai kelanjutan KTN karena perundingan Renvil dirasa sangat merugikan RI
 Gerilya pindah ke kantong pedesaan dan dari kantong-kantong musuh.
 Agresi II di Yogyakarta dari Belanda.
 Timbul Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag Belanda.
3. UNTEA dan Perjuangan Irian Jaya
 Penyelesaian dengan Belanda dan Irian Jaya
 Bilateral yaitu perundingan dengan beberapa negara.
 Karena selalu gagal PBB, maka Irian Jaya direbut dengan kekuatan senjata.
 Menunjuk Diplomat Amerika, ELSWORTH BUNKER sebagai utusan PBB.
 Irian jaya di bawah pengawasan PBB (Hasil Perjanjian New York) pada tanggal 15-8-1962 diserahkan Indonesia.
4. PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat)
 Sebagai kelanjutan perundingan New York.
 Pelaksanaan tahun 1969.
 Tujuannya untuk mengetahui keinginan rakyat Irian Jaya mengenai masa depannya.
 Hasilnya : Rakyat memilih bergabung dengan pemerintah RI.
 Bantuan PBB yang lain:
 Bantuan dalam bidang : Pendidikan, IPTEK, Pembangunan Ekonomi dan meringankan penderitaan rakyat lewat : UNICEF, FAO, UNESCO dan Bong Dunia.

e. KMB, Terbentuknya RIS, dan Pengakuan Kedaulatan
1. KMB (Konferensi Meja Bundar)
• Terbentuknya RIS dan Pengakuan Kedaulatan
• Berdiri pada tanggal 23 Agustus 1949 di Den Haag.
• Delegasi RI adalah Moh. Hatta
• Delegasi BFO adalah Sultan Hamid
• Delegasi Belanda adalah Van Mareeven
• Delegasi Komisi PBB (UNCI) adalah Critchley
• Tujuan KMB adalah menyelesaikan pertikaian Indonesia Belanda selekasnya dengan cara yang adil dan pengakuan kedaulatan yang nyata, penuh, dan tanpa syarat kepada RIS.
• Hasil Pokok KMB:
1. Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia yang sepenuhnya tanpa sarat dan tidak dapat dicabut kembali kepada RIS.
2. Penyerahan kedaulatan itu akan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
3. Tentang Irian Jaya akan diadakan perundingan lagi 1 tahun setelah penyerahan kepada kedaulatan kepada RIS.
4. RIS dan kerajaan Belanda akan diadakan Uni Indonesia – Nederland yang akan dikepalai Raja Belanda.
5. Kapal Belanda akan ditarik KNIL akan dibubarkan
• Tanggal 29 Oktober 1949 KMB berakhir dan diadakan penyerahan Piagam (penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada RIS) yang harus dilaksanakan sebelum tanggal 1 Januari 1950.
• Di Belanda pada tanggal 27 itu di Indonesia telah dilaksanakan juga upacara pemindahan kekuasaan, dari kolonial Belanda kepada pemerintah RIS.
• Diwakili Sri Sultan HB IX
2. Terbentuknya RIS
• Pada tanggal 14 Desember 1949 ditandatangani konstitusi RIS oleh wakil-wakil RI dan negara bagian lain.
• Presiden RIS adalah Soekarno dan menunjuk kepada Drs. Moh. Hatta.
• Sebagai formatur kabinet Moh. Hatta adalah sebagai Perdana Menteri.
• Peristiwa 27 Desember 1949 (peristiwa serentak).
1. Di Amsterdam penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada RIS.
2. Di Yogya penyerahan kedaulatan dari RI kepada RIS
3. Di Jakarta penyerahan kekuasaan pemerintah dari wakil tinggi mahkota kepada pemerintah RIS.
• Sejak ini berdiri NRIS yang merdeka dan berdaulat.
• Kekuasaan meliputi (kekuasaan Hindia Belanda ddikurangi Irian Barat)
3. Pengakuan Kedaulatan
• Persetujuan KMB hanya merupakan pengakuan kedaulatan.
• Piagam pengakuan ditandatangani oleh Ratu Juliana.
• Di Istana Merdeka diturunkan Bendera Belanda dan dikibarkan Merah Putih.
• Di Yogyakarta masuknya Ri menjadi RIS.
4. Perjuangan Kembali ke NKRI
• RIS tidak sampai 1 tahun.
• Sejak tahun 1927 semangat persatuan tetap meluap menghendaki negara kesatuan, karena Federal tidak sesuai bagi bangsa Indonesia dan cita-cita proklamasi.
• Bentuk RIS menjadi 16 negara merupakan Devide at Impera.
• Tuntutan pembubaran RIS dimana-mana.
• Tanggal 17 Agustus 1950 RIS dihapus menjadi NKRI.
• Konstitusi RIS menjadi UUDS RI.
Perbedaan antara UUD 1945, RIS, UUDS
Jenis Pemberbedaan UUD 45 UUD RIS UUDS
Bentuk Negara Kesatuan Serikat Parlementer
Pemrintahan/Kedaulatan MPR Presiden dan DPR Presiden dan DPR
Sistem Pemerintahan Presidensil Parlementer Parlementer
Lembaga Negara MPR, DPR, DP, BPK, MA Dewan Menteri, DPR, BPK, MA Dewan Menteru, DPR, DPA, BPK, MA
Isinya Pembukaan
Batang Tubuh
16 Bab, 37 Pasal
2 Aturan Tetap
4 Aturan Pokok
Penjelasan
Referendum Mukodimah
Batang Tubuh
16 Bab
142 Pasal Mukodimah
Batang Tubuh
16 Bab
196 Pasal
Sistem Kabinet
UUD 45
I
18-8-45 Sistem Kabinet Presidensil Sistem Demokrasi Pancasila
14-11-45
Sistem Kabinet Parlementer
27-12-45
UUD
KRIS 49

17-8-50 Sistem Demokrasi Liberal
UUDS 50 17-8-50
5-7-59
UUD 45
II Sistem Kabinet Presidensil Sistem Demokrasi Terpimpin
11-3-66
Sistem Demokrasi Pancasila

Sekarang

Prinsip UUD45 / Kunci Pokok Pemerintahan.
1. Prinsip negara kesatuan
2. Prinsip perlindungan terhadap HAM
3. Prinsip Sistem Politik atas dasar persamaan kedudukan
4. Prinsip Ekonomi kekeluargaan
5. Prinsip Sosbud berdasar Bhineka Tunggal Ika
6. Prinsip Hankam berdasar kesamaan hak dan sesama warga negara Indonesia
7. Prinsip pemerintah demokrasi pancasila

Pokok – Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945
1. Pokok Pikiran Alenia IV: Ketuhanan Yang Berperikemanusiaan
o Pasal 29 Ayat (1 – 2)
o Pasal 26, 27, 34
o UU No 5/74 tentang Pemerintah Daerah
DPR dan Kepala Daerah
2. Pokok Pikiran Alenia I: Persatuan Indonesia
o Pasal I ayat I, Pasal 30, 32, 35, 36
3. Alenia Alenia II:Pokok Pikiran Keadilan Sosial
o Pasal 23, 28, 31, 33
4. Pokok Pikiran Alenia III : Kedaulatan Rakyat
o Pasal 1 ayat 2, pasal 2 ayat 1 dan 2, pasal 3 dan Tap MPR
o Pasal 4 sampai 15 tentang Presiden
o Pasal 16 tentang DPR
o Pasal 17 tentang Menteri
o Pasal 18 tentang Pemda
o Pasal 19 sampai 22 tentang DPR
o Pasal 23 tentang BPK
o Pasal 24 - 25 tentang MA
Nilai-Nilai Perjuangan dan Penerapan Dalam Kehidupan
1. Nilai 45 sebagai nilai moral
• Sebenarnya belum terumuskan secara jelas nilai 45.
• Diwariskan pada nilai moral dan agama.
• Diwariskan pada nilai kemasyarakatan.
• Nilai moral sebagai daya penggerak nilai etika.
• Sebagai sistem pendidikan nasional yang berhubungan dengan kehidupan, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat.
• Kekuatan nilai moral sangat besar.
2. Nilai 45 dalam GBHN
• Tap MPR.IV / 73 Bab IV bagian D Pasal 2 tentang Iptek dan pembinan generasi muda dan kebudayaan nasional.
• Kebangkitan generasi penerus pewaris perjuangan 45 yang tak terbatas umur.
• Hukum kodrat dalam penerus generasi lama ke generasi baru dan yang akan datang.
3. Hakekat nilai 45
• Sudah teruji dan terbukti keampuhannya.
• Memberikan dasar dan latar belakang yang benar
• Bersifat luhur
• Bersifat mulia
• Menuju cita-cita nasional.


BAB V
BERBAGAI RONG-RONGAN TERHADAP NEGARA REPUBLIK INDONESIA
A. Infiltrasi dan Diplomasi terhadap Kemerdekaan

B. Agresi Militer

Catatan Ringkas
Pembagian pergerakan Nasional :
a. Awal Pergerakan:
1. Boedi Oetomo:
2. Sarekat Islam
3. Indisce Partij
4. Gerakan Pemuda
b. Masa Radikal
1. Perhimpunan Indonesia
2. Partai Komunis Indonesia
3. Partai Nasional Indonesia
c. Masa Bertahan:
1. Fraksi Nasional
Pemikir : Moh Husni Tamrin, ketua perkumpulan Kaum betawi, pada tgl 27 Januari 1930 di jakarta dengan anggota 10 Orang .
Sebab timbul :
1. Sikap belanda terhadap gerakan di luar Volksraat, terutama terhadap PNI
2. Adanya penggeledahan terhadap orang-orang PNI dan kaum moderat ko-operatif.
3. Didirikannya Verdelandsch Club ( V.C ) 1929, sebagai protes terhadap “ ETISCH BELEID “ Gubernur jendral de Graef.
2. Petisi Sutarjo
Petisi Ini timbul atas pemikiran Sutarjo Karto Hadi Kusumo Ketua PPB ( Persatuan Pegawai Bestuur/ Pamong Praja ), pada bulan 15 juli 1936 dengan pengajuan perubahan sebgai Berikut :
a. Pulau jawa dijadikan satu pulau sedang pulau yang diluar jawa dijadikan kelompok daerah yang bersifat otonom yang berdasarkan demokrasi ( Groeps gemeenschappen )
b. Sifat dualisme dalam pemerintahan daerah ( binnenlandsbestuur)
c. Gubernur jendral diangkat oleh Raja dan mempunyai Hak kekebalan ( onschendbaar)
1. Direktur parlemen mempunyai tanggungjawab
2. Volksraat dijadikan parlemen yang sesunggunhnya dll
d. Gabungan Politik Indonesia

BAB V
BERBAGAI RONG-RONGAN TERHADAP NEGARA REPUBLIK INDONESIA
A. Infiltrasi dan Diplomasi terhadap Kemerdekaan

B. Agresi Militer

Catatan Ringkas
Pembagian pergerakan Nasional :
d. Awal Pergerakan:
1. Boedi Oetomo:
2. Sarekat Islam
3. Indisce Partij
4. Gerakan Pemuda
e. Masa Radikal
1. Perhimpunan Indonesia
2. Partai Komunis Indonesia
3. Partai Nasional Indonesia
f. Masa Bertahan:
1. Fraksi Nasional
Pemikir : Moh Husni Tamrin, ketua perkumpulan Kaum betawi, pada tgl 27 Januari 1930 di jakarta dengan anggota 10 Orang .
Sebab timbul :
4. Sikap belanda terhadap gerakan di luar Volksraat, terutama terhadap PNI
5. Adanya penggeledahan terhadap orang-orang PNI dan kaum moderat ko-operatif.
6. Didirikannya Verdelandsch Club ( V.C ) 1929, sebagai protes terhadap “ ETISCH BELEID “ Gubernur jendral de Graef.
2. Petisi Sutarjo
Petisi Ini timbul atas pemikiran Sutarjo Karto Hadi Kusumo Ketua PPB ( Persatuan Pegawai Bestuur/ Pamong Praja ), pada bulan 15 juli 1936 dengan pengajuan perubahan sebgai Berikut :
1. Pulau jawa dijadikan satu pulau sedang pulau yang diluar jawa dijadikan kelompok daerah yang bersifat otonom yang berdasarkan demokrasi ( Groeps gemeenschappen )
2. Sifat dualisme dalam pemerintahan daerah ( binnenlandsbestuur)
3. Gubernur jendral diangkat oleh Raja dan mempunyai Hak kekebalan ( onschendbaar)
4. Direktur parlemen mempunyai tanggungjawab
5. Volksraat dijadikan parlemen yang sesunggunhnya dll
3. Gabungan Politik Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar